brkmakassar.com –Perhelatan akbar kaum pelajar Muhammadiyah se-Indonesia resmi dimulai. Muktamar XXIV Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) tahun 2026 resmi dibuka dengan khidmat di Balai Sidang Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar pada Jumat, 6 Februari 2026. Mengusung tema besar “Membumikan Arah Baru IPM”, forum permusyawaratan tertinggi ini menjadi tonggak sejarah baru dalam merumuskan strategi gerakan pelajar di tengah disrupsi zaman.
Sebagai organisasi otonom Muhammadiyah yang fokus pada basis massa pelajar, Muktamar XXIV ini tidak hanya sekadar ajang seremonial dua tahunan. Agenda utama dalam pertemuan nasional ini mencakup evaluasi menyeluruh terhadap kinerja organisasi selama periode berjalan, serta proses regenerasi kepemimpinan untuk memastikan keberlanjutan estafet dakwah di kalangan generasi muda. Kehadiran ribuan kader secara daring maupun luring menunjukkan antusiasme tinggi dalam menjaga marwah organisasi.
Pembukaan acara berlangsung meriah meskipun sempat diwarnai guyuran hujan di Kota Makassar pada pagi hari. Semangat para kader tetap membara saat menyaksikan berbagai atraksi seni seperti Marching Band, Tari Medley Nusantara, pertunjukan bela diri Tapak Suci, hingga lantunan syahdu dari tim orkestra. Kehadiran sejumlah tokoh nasional dan pimpinan pusat organisasi kian menegaskan betapa strategisnya peran IPM dalam pembangunan sumber daya manusia di Indonesia.

Sinergi Pemerintah dan Visi Pelajar
Dalam sambutannya, Menteri Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia, Zulkifli Hasan, mengungkapkan bahwa arah kebijakan pemerintah saat ini sangat bersinggungan dengan peran anak muda. Ia menekankan bahwa keberhasilan visi Indonesia Emas 2045 sangat bergantung pada kesiapan generasi hari ini dalam mengelola sektor-sektor krusial.
“Program-program ini berkaitan dengan teologi al-Ma’un, mulai dari swasembada pangan, makanan bergizi, gerakan ekonomi rakyat, dan pendidikan,” ujar Zulkifli Hasan saat memaparkan kaitan antara kebijakan pemerintah dengan semangat filantropi Muhammadiyah.
Senada dengan hal tersebut, Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir, menitipkan pesan mendalam bagi seluruh peserta Muktamar. Beliau menekankan pentingnya keseimbangan antara penguasaan ilmu pengetahuan dan kekuatan iman sebagai fondasi utama kemajuan bangsa.
“Indonesia Emas akan betul-betul emas jika ada tradisi ilmu. Namun, kemajuan apapun yang kita peroleh akan hampa jika iman lepas. Kemudian, yang perlu diingat adalah, selalulah menjadi pembaharu yang selalu memberikan kebermanfaatan bagi semua,” pesan Haedar Nashir di hadapan para kader.
Harapan untuk Arah Baru IPM
Ketua Umum PP IPM, Riandy Prawita, menegaskan komitmennya untuk membawa organisasi ini menjadi lebih adaptif dan inklusif. Menurutnya, selama dua tahun enam bulan terakhir, IPM telah berhasil mengimplementasikan ratusan program kerja yang menyasar jutaan pelajar di seluruh pelosok negeri. Namun, tantangan masa depan menuntut IPM untuk hadir lebih nyata dalam kehidupan sehari-hari siswa.
“IPM seharusnya dapat hadir dalam keseharian pelajar, tidak hanya melalui seberapa program yang dikerjakan. Mari bermuktamar dengan gembira, penuh gagasan. Mari bersama wujudkan IPM dengan arah baru,” tegas Riandy dalam pidato pembukaannya.
Acara ini turut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting lainnya, di antaranya:
Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman.
Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir.
Menteri Koordinator Bidang Pangan RI, Zulkifli Hasan.
Ketua Umum PP IPM, Riandy Prawita.
Jajaran Pimpinan Wilayah dan Daerah Muhammadiyah Sulawesi Selatan.
Dengan resminya pembukaan Muktamar ini, diharapkan akan lahir gagasan-gagasan segar dan jajaran pimpinan baru yang mampu menjawab keresahan pelajar Indonesia, sekaligus memperkuat kontribusi IPM dalam menciptakan peradaban yang berkemajuan.(*)
