Brkmakassar.com – Fenomena El Nino Makassar 2026 mulai menunjukkan dampak nyata terhadap pasokan air bersih di wilayah perkotaan. Dalam dua pekan terakhir, penurunan debit air baku PDAM Makassar menjadi sorotan karena mulai mengganggu distribusi air ke sejumlah kawasan.
Kondisi ini berkaitan langsung dengan berkurangnya suplai air dari Bendung Lekopancing di Kabupaten Maros, yang selama ini menjadi salah satu sumber utama air baku bagi PDAM. Penurunan debit ini terjadi seiring dengan musim kemarau yang datang lebih cepat dari biasanya akibat pengaruh El Nino.
Situasi tersebut memicu kekhawatiran masyarakat, terutama di wilayah yang bergantung penuh pada layanan PDAM. Penurunan tekanan hingga terhentinya aliran air di beberapa titik menjadi indikasi bahwa krisis air Makassar berpotensi meluas jika tidak segera diatasi.
Debit Air Turun Jauh dari Kondisi Normal
Pelaksana Tugas Kepala Bagian Distribusi dan Kehilangan Air (DKA) PDAM Makassar, Wahidin, menjelaskan bahwa debit air yang masuk ke Instalasi Panaikang mengalami penurunan signifikan.
“Dalam kondisi normal, debit air dari Panaikang itu sekitar 1.300 liter per detik, dan idealnya 550 liter per detik dialirkan ke wilayah utara,” terang Wahidin.
Namun saat ini, debit yang tersedia hanya berkisar 360 liter per detik. Angka tersebut dinilai tidak mencukupi untuk menjaga stabilitas distribusi air bersih ke pelanggan.
Penurunan ini berdampak langsung pada layanan, terutama di wilayah dengan tekanan distribusi yang sudah terbatas sejak awal.
Kemarau Lebih Cepat Akibat El Nino
Fenomena El Nino menyebabkan perubahan pola cuaca yang signifikan, termasuk datangnya musim kemarau lebih awal di wilayah Sulawesi Selatan. Hal ini berimbas pada menurunnya ketersediaan air di Bendung Lekopancing.
Wahidin menyebut bahwa kondisi tersebut tidak hanya dipengaruhi faktor cuaca, tetapi juga aktivitas masyarakat di sepanjang saluran air terbuka.
“Di sepanjang saluran terbuka itu, banyak masyarakat yang ambil air untuk kolam ikan, sehingga air yang sampai ke kita jauh berkurang,” paparnya.
Kombinasi antara faktor alam dan aktivitas manusia membuat pasokan air baku semakin menurun, sehingga berdampak pada sistem distribusi PDAM.
Distribusi Air Bersih Mulai Terganggu
Penurunan debit air berdampak pada tekanan distribusi di sejumlah wilayah, khususnya kawasan utara dan timur Kota Makassar. Di beberapa titik, aliran air bahkan tidak tersedia pada waktu tertentu.
Wilayah utara menjadi salah satu area paling terdampak karena menggunakan sistem distribusi gravitasi. Sistem ini sangat bergantung pada ketinggian sumber air.
“Tekanan air yang dihasilkan hanya sekitar 1,3 bar karena elevasi sumber air di Panaikang sekitar 13 meter,” jelas Wahidin.
Sementara itu, wilayah timur relatif lebih stabil karena menggunakan sistem pompa dengan tekanan yang lebih tinggi. Perbedaan sistem ini memengaruhi tingkat distribusi air di masing-masing wilayah.
Langkah Darurat PDAM Makassar
Untuk mengatasi gangguan distribusi, PDAM Makassar mengambil sejumlah langkah darurat. Salah satunya adalah menambah pasokan air dari Sungai Moncongloe menggunakan sistem pompa.
Tambahan suplai dari sumber tersebut berkisar antara 600 hingga 900 liter per detik, yang diharapkan dapat membantu menjaga distribusi air tetap berjalan.
Selain itu, PDAM juga mengerahkan mobil tangki untuk mendistribusikan air bersih langsung ke masyarakat yang terdampak.
- Jumlah armada mobil tangki: 14 unit
- Distribusi harian: 20–30 rit
- Kondisi darurat ekstrem: bisa mencapai 100 rit per hari
Distribusi air melalui mobil tangki menjadi solusi sementara untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat di tengah penurunan pasokan.
Upaya Jangka Panjang dan Antisipasi Krisis Air
Selain langkah darurat, PDAM Makassar juga mulai mempertimbangkan solusi jangka panjang untuk menghadapi potensi krisis air akibat perubahan iklim.
Salah satu opsi yang sedang dikaji adalah pemanfaatan sumber air alternatif, seperti Sungai Jeneberang, guna memperkuat ketahanan pasokan air baku di masa mendatang.
Langkah ini dinilai penting mengingat fenomena El Nino diperkirakan akan terus berulang dan berpotensi memengaruhi ketersediaan air bersih di wilayah perkotaan.
Dampak bagi Masyarakat dan Imbauan Penghematan Air
Gangguan distribusi air bersih tentu berdampak langsung pada aktivitas sehari-hari masyarakat. Mulai dari kebutuhan rumah tangga hingga sektor usaha kecil turut merasakan efek dari penurunan pasokan ini.
Masyarakat diimbau untuk menggunakan air secara bijak dan mengurangi pemborosan selama masa krisis berlangsung. Upaya penghematan air menjadi langkah penting untuk menjaga ketersediaan air bagi seluruh warga.
Fenomena El Nino Makassar 2026 menunjukkan dampak nyata terhadap pasokan air bersih, khususnya bagi pelanggan PDAM. Penurunan debit air baku dari Bendung Lekopancing menjadi faktor utama terganggunya distribusi di sejumlah wilayah.
Dengan langkah darurat dan rencana jangka panjang yang disiapkan, PDAM Makassar berupaya menjaga layanan tetap berjalan. Namun, peran masyarakat dalam menghemat air juga menjadi kunci penting menghadapi situasi ini. (*)
