Brkmakassar.com – Program air minum gratis Jakarta mulai menjadi perhatian publik setelah Perusahaan Umum Daerah Air Minum Jaya (PAM Jaya) mengumumkan rencana penyediaan fasilitas dispenser publik di kawasan strategis ibu kota. Inisiatif ini ditujukan untuk memudahkan masyarakat mendapatkan akses air minum layak konsumsi sekaligus mengurangi ketergantungan pada air kemasan sekali pakai.
Kawasan Jalan Sudirman-Thamrin yang dikenal sebagai pusat aktivitas perkantoran dan bisnis menjadi lokasi awal implementasi program tersebut. Dengan hadirnya dispenser air minum publik, masyarakat yang beraktivitas di area tersebut cukup membawa botol atau tumbler untuk mengisi ulang air minum secara gratis.
Rencana ini juga menjadi bagian dari upaya jangka panjang pemerintah daerah dalam meningkatkan akses air bersih perpipaan serta mendukung gerakan ramah lingkungan. Program air minum gratis Jakarta diharapkan mampu mengurangi limbah plastik sekaligus mendorong kebiasaan hidup berkelanjutan.
Rencana Dispenser Air Minum Publik di Sudirman-Thamrin
Ketua Dewan Pengawasan PAM Jaya, Prasetyo Edi Marsudi, menyampaikan bahwa program ini masih dalam tahap perencanaan dan akan direalisasikan setelah cakupan layanan air perpipaan mencapai 100 persen.
“Ada program PAM, dari Sudirman-Thamrin, kami akan buat seperti loket dispenser. Masyarakat bawa botol atau tumbler saja,” kata Prasetyo dalam siniar bertema “Harmoni Produktivitas dan pelayanan Publik BUMD di DKI Jakarta: PAM Jaya” pada Senin, (27/4/2026).
Ia menambahkan bahwa setelah target layanan air perpipaan terpenuhi, pihaknya juga akan mengembangkan produk air minum tanpa kemasan plastik yang dapat diakses di berbagai titik di Jakarta.
“Setelah tersambung 100% (layanan air perpipaan.red), kami buat terobosan akan membuat satu kemasan produk air yang tidak pakai plastik. Nanti di semua sudut di Jakarta,” katanya.
Dorongan Penggunaan Air Minum Ramah Lingkungan
Program air minum gratis Jakarta tidak hanya berfokus pada kemudahan akses, tetapi juga mendorong perubahan perilaku masyarakat menuju gaya hidup yang lebih ramah lingkungan. Salah satu langkah yang telah dilakukan PAM Jaya adalah menghadirkan teknologi pemurni air atau water purifier di berbagai fasilitas umum.
Data Badan Pembinaan BUMD mencatat hingga April 2026, jumlah pemasangan water purifier telah mencapai 601 unit. Angka ini meningkat sebanyak 80 unit dalam periode Januari hingga Maret 2026. Salah satu lokasi pemasangan fasilitas ini berada di Balai Kota Jakarta.
Keberadaan perangkat pemurni air tersebut memungkinkan masyarakat mendapatkan air minum yang aman dan layak konsumsi tanpa harus membeli air kemasan, sehingga berkontribusi dalam mengurangi limbah plastik.
Capaian Layanan Air Bersih PAM Jaya
Hingga Maret 2026, cakupan layanan air bersih perpipaan PAM Jaya telah mencapai 81,45 persen. Angka ini menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya yang berada di angka 71,59 persen.
Peningkatan tersebut juga tercermin dari jumlah sambungan pelanggan yang mencapai 1.223.759 sambungan pada triwulan pertama 2026. Jumlah ini bertambah sebanyak 241.537 sambungan dibandingkan tahun sebelumnya.
Dari sisi infrastruktur, panjang jaringan pipa air bersih juga mengalami penambahan hingga mencapai 12.839.307 kilometer. Peningkatan jaringan ini menjadi salah satu faktor utama dalam memperluas akses layanan air bersih di Jakarta.
PAM Jaya menargetkan cakupan layanan air perpipaan dapat mencapai 100 persen pada tahun 2029, sebagai bagian dari komitmen menyediakan akses air bersih yang merata bagi seluruh warga.
Pemulihan Layanan Air di Wilayah Bogor
Di wilayah lain, Perumda Air Minum Tirta Kahuripan juga melakukan langkah perbaikan layanan air bersih bagi masyarakat di Tarikolot, Cibinong. Sebanyak 1.021 pelanggan sebelumnya mengalami gangguan akibat penurunan tekanan air pada jalur distribusi Metro-Cibinong.
Direktur Umum Tirta Kahuripan, Abdul Somad, menjelaskan bahwa pihaknya segera melakukan penanganan setelah menerima laporan dari pelanggan melalui berbagai saluran pengaduan.
“Berbagai langkah strategis kami lakukan, di antaranya pembangunan jaringan pipa baru sepanjang kurang lebih 683 meter dengan diameter 6 inch dari Booster Citeureup menuju Tarikolot melalui jalur Cibinong-Citeureup atau Booster Pump Sukaraja,” kata Abdul Somad.
Pembangunan jaringan pipa tersebut telah selesai pada 10 April 2026 dan diharapkan mampu meningkatkan distribusi air ke wilayah terdampak.
“Dengan berbagai upaya tersebut, kami berharap pelanggan di wilayah Tarikolot kembali dapat menikmati layanan air bersih dengan kualitas, kuantitas dan kontinuitas yang terjaga,” ujarnya.
Langkah Menuju Akses Air Bersih yang Lebih Luas
Program air minum gratis Jakarta melalui dispenser publik menjadi salah satu inovasi yang menunjukkan upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas layanan publik. Selain memberikan kemudahan akses air minum, program ini juga menjadi bagian dari strategi pengurangan emisi karbon dan limbah plastik.
Jika direalisasikan secara menyeluruh, kebijakan ini berpotensi mengubah pola konsumsi masyarakat serta memperkuat kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan. Dengan dukungan infrastruktur yang terus berkembang, Jakarta diharapkan dapat menjadi kota yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan. (*)
