Brkmakassar.com, Jakarta – Timnas Indonesia harus puas bermain imbang 0-0 melawan Timnas Malaysia pada laga kedua Grup A FIFA ASEAN Cup 2026. Pertandingan yang berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Senin (28/9/2026) malam, diwarnai drama kartu merah yang membuat skuad Garuda bermain dengan 10 pemain sejak menit ke-37.
Hasil ini membuat kedua tim tetap berada di puncak klasemen sementara dengan koleksi empat poin. Malaysia unggul dari Indonesia berkat selisih gol yang lebih baik. Pertandingan yang dijuluki Derbi Serumpun ini berjalan ketat dan penuh tensi sejak peluit pertama.
Keputusan wasit Korea Selatan Ko Hyung Jin yang mengeluarkan kartu merah kepada gelandang Thom Haye melalui tinjauan VAR menjadi titik balik pertandingan. Meski kekurangan satu pemain, Indonesia berhasil bertahan dengan solid hingga akhir laga.

Jalannya Pertandingan Babak Pertama
Tensi tinggi langsung terasa sejak menit-menit awal. Kedua tim saling beradu fisik sehingga wasit beberapa kali harus menghentikan permainan. Suasana di SUGBK semakin memanas ketika Indonesia sempat unggul di menit keempat melalui gol Justin Hubner. Namun, wasit menganulir gol tersebut karena terjadi pelanggaran sebelum bola masuk ke gawang.
Malaysia mulai menunjukkan ancaman serius di menit ke-16. Faisal Halim mengumpan kepada Bergson yang berlari ke dalam kotak penalti. Sayangnya, penyerang naturalisasi Malaysia itu gagal menjangkau bola dan hanya menghasilkan tendangan gawang.
Harimau Malaya tampil lebih efektif dalam membangun serangan, terutama melalui sisi sayap. Arif Aiman beberapa kali menciptakan peluang. Pada menit ke-29, tembakannya masih mampu diamankan dengan mudah oleh kiper Maarten Paes.
Petaka datang bagi Indonesia di menit ke-35. Thom Haye melakukan pelanggaran terhadap Arif Aiman dan awalnya hanya mendapat kartu kuning. Wasit kemudian meninjau ulang pelanggaran tersebut melalui VAR. Hasilnya, pada menit ke-37, Haye diganjar kartu merah dan harus meninggalkan lapangan.
Berada dalam kondisi 10 pemain, Indonesia justru mendapatkan dua peluang emas di penghujung babak pertama. Sepakan Dean James dan tandukan Elkan Baggott yang mengenai tiang gawang hampir saja membuka keunggulan Garuda. Namun, skor 0-0 bertahan hingga istirahat.
Babak Kedua: Bertahan dan Mencari Peluang
Memasuki babak kedua, pertandingan berjalan lebih lambat. Indonesia yang bermain dengan 10 pemain fokus pada organisasi pertahanan. Malaysia berusaha memanfaatkan keunggulan jumlah pemain, tetapi kesulitan menciptakan peluang benar-benar berbahaya.
Pada menit ke-52, Kevin Diks melepaskan tembakan langsung dari situasi tendangan bebas di sisi kanan. Arah bolanya masih menyamping. Pelatih Malaysia Tan Cheng Hoe kemudian memasukkan Paulo Josue pada menit ke-54 untuk menambah daya gedor.
Satu jam pertandingan berjalan, intensitas serangan Malaysia meningkat. Paulo Josue hampir saja menggetarkan gawang Paes pada menit ke-64, namun bolanya melambung. Arif Aiman kembali mengancam di menit ke-71 dengan kecepatan khasnya, tetapi arah tembakannya masih melebar.
Tiga menit kemudian, peluang lain muncul untuk Malaysia. Fergus Tierney yang menerima umpan gagal mengarahkan bola ke gawang. Di sisi Indonesia, satu-satunya tembakan yang tercatat di babak kedua dilakukan oleh Mitchell Baker pada menit ke-75, namun belum mengarah tepat ke gawang.
Di masa injury time, Malaysia hampir saja mencetak gol. Syahmi Safari berada dalam posisi bagus di dalam kotak penalti, tetapi sapuan krusial Justin Hubner berhasil menggagalkan peluang tersebut. Pertandingan pun berakhir tanpa gol.
Analisis Penampilan Kedua Tim
Maarten Paes menjadi salah satu kunci keberhasilan Indonesia mempertahankan hasil imbang. Kiper yang bermain di Ajax itu beberapa kali melakukan penyelamatan penting dan memberikan rasa aman bagi lini belakang. Justin Hubner juga tampil menonjol, baik dalam situasi bertahan maupun sapuan krusial di akhir laga.
Kartu merah Thom Haye jelas memengaruhi pola permainan Indonesia. Skuad asuhan John Herdman terpaksa bermain lebih padat dan mengandalkan serangan balik terbatas. Meski demikian, soliditas pertahanan berhasil menjaga gawang tetap bersih.
Malaysia menguasai penguasaan bola dan menciptakan lebih banyak peluang, tetapi kurang tajam di depan gawang. Arif Aiman menjadi ancaman utama, sementara pergantian pemain yang dilakukan Tan Cheng Hoe belum mampu menghasilkan terobosan.
Susunan Pemain
Timnas Indonesia menurunkan susunan pemain sebagai berikut: Maarten Paes di bawah mistar; Kevin Diks, Elkan Baggott, Justin Hubner, Joey Pelupessy, Calvin Verdonk, Dean James (diganti Nathan Tjoe-A-On menit 82), Thom Haye, Ole Romeny (diganti Rizky Ridho menit 82), Luke Vickery (diganti Mitchell Baker menit 69), dan Ragnar Oratmangoen (diganti Ivar Jenner menit 42).
Pelatih: John Herdman.
Malaysia bermain dengan Syihan Nazmi di posisi kiper; Brad Tapp, Quentin Cheng, Dion Cools, LaVere Corbin Ong, Manuel Hidalgo (diganti Fergus Tierney menit 73), Stuart Wilkin, Nooa Laine, Faisal Halim (diganti Paulo Josue menit 54), Bergson (diganti Syahmi Safari menit 88), dan Arif Aiman.
Pelatih: Tan Cheng Hoe.
Dampak ke Klasemen dan Laga Selanjutnya
Hasil 0-0 ini membuat Malaysia tetap berada di puncak Grup A dengan empat poin, unggul selisih gol dari Indonesia yang juga mengoleksi empat poin. Kedua tim masih memiliki peluang besar untuk lolos ke babak selanjutnya, tergantung hasil laga terakhir di fase grup.
Bagi Indonesia, kemampuan bertahan dengan 10 pemain selama hampir satu jam menjadi catatan positif. Namun, ketajaman di depan gawang masih perlu ditingkatkan. John Herdman dan staf pelatih dipastikan akan mengevaluasi penampilan tim, terutama terkait disiplin dan efektivitas serangan.
Derbi Serumpun antara Indonesia dan Malaysia selalu menghadirkan drama. Kali ini, drama kartu merah dan ketegangan sepanjang laga menghasilkan hasil imbang yang adil bagi kedua belah pihak. Publik Indonesia kini menanti laga berikutnya dengan harapan skuad Garuda mampu tampil lebih baik dan meraih kemenangan. (*)
