BRKMAKASSAR.COMBRKMAKASSAR.COMBRKMAKASSAR.COM
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
    • Nasional
    • Internasional
    • Makassar
    • Sulsel
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Keuangan
  • Lifestyle
    • Hiburan
    • Kesehatan
    • Travel
  • Oto
  • Sport
    • Sepakbola
    • Balap
  • Tekno
    • Gadget
    • Gaming
    • Tips dan Trik
Reading: Kapan Anak Perlu Dibawa ke Dokter Saat Demam? Kenali Tanda Bahayanya
Share
BRKMAKASSAR.COMBRKMAKASSAR.COM
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Ekonomi
  • Lifestyle
  • Oto
  • Sport
  • Tekno
Search
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • UU Pers
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
Follow US
Kapan Anak Perlu Dibawa ke Dokter Saat Demam
KesehatanLifestyle

Kapan Anak Perlu Dibawa ke Dokter Saat Demam? Kenali Tanda Bahayanya

kang nulis
Last updated: Oktober 7, 2026 9:46 am
kang nulis Published Oktober 7, 2026
Share
SHARE

Brkmakassar.com – Melihat anak demam sering kali membuat orang tua khawatir, apalagi jika suhu tubuhnya naik pada malam hari. Pertanyaan yang biasanya muncul adalah, apakah anak masih bisa dirawat di rumah atau sudah waktunya diperiksa dokter? Kekhawatiran ini wajar karena demam bisa muncul akibat berbagai kondisi, mulai dari infeksi ringan hingga penyakit yang membutuhkan penanganan segera.

Inti Artikel
Apa yang Dimaksud dengan Demam pada Anak?Kapan Anak Perlu Dibawa ke Dokter Saat Demam?Bayi berusia di bawah tiga bulan mengalami demamBayi berusia tiga sampai enam bulan mengalami demam tinggiDemam disertai kesulitan bernapasAnak sulit dibangunkan atau tidak merespons seperti biasanyaDemam disertai kejangMuncul ruam yang tidak memudar saat ditekanAnak mengalami dehidrasiDemam berlangsung lima hari atau lebihDemam disertai nyeri atau muntah yang beratPanduan Singkat: Perlu ke Dokter Sekarang atau Bisa Dipantau?Cara Mengukur Suhu Tubuh Anak dengan BenarCara Merawat Anak yang Demam di RumahPastikan anak mendapat cukup cairanBuat anak senyaman mungkinGunakan obat penurun panas dengan tepatHal yang Perlu Dihindari Saat Anak DemamInformasi yang Sebaiknya Disiapkan Sebelum ke DokterFAQ Seputar Demam pada AnakApakah anak yang demam harus selalu dibawa ke dokter?Berapa suhu demam yang berbahaya untuk anak?Kalau demam turun setelah minum obat, apakah anak sudah aman?Apakah demam pada anak boleh ditunggu sampai besok?Kapan demam yang tidak kunjung turun harus diperiksa?Kapan Anak Perlu Dibawa ke Dokter Saat Demam?

Memahami kapan anak perlu dibawa ke dokter sangat penting agar orang tua tidak terlambat mencari pertolongan. Namun, bukan berarti setiap demam harus langsung dibawa ke rumah sakit. Kamu perlu memperhatikan usia anak, angka suhu tubuh, lama demam berlangsung, kondisi anak saat beraktivitas, serta gejala lain yang menyertainya.

Dalam artikel ini, kita akan membahas tanda bahaya demam pada anak, kapan perlu membuat janji dengan dokter, cara merawat anak di rumah, serta kesalahan yang sebaiknya dihindari. Panduan ini bersifat umum dan tidak menggantikan pemeriksaan tenaga medis, terutama jika kondisi anak terlihat mengkhawatirkan. Kapan Anak Perlu Dibawa ke Dokter Saat Demam

Apa yang Dimaksud dengan Demam pada Anak?

Demam adalah kondisi ketika suhu tubuh meningkat di atas batas normal. Pada anak, suhu sekitar 38°C atau lebih umumnya dianggap sebagai demam, meskipun hasil pengukuran perlu dipahami sesuai metode dan alat yang digunakan.

Demam sering muncul ketika tubuh sedang melawan infeksi, misalnya infeksi virus atau bakteri. Anak yang demam bisa terlihat lebih lemas, rewel, berkeringat, menggigil, kehilangan nafsu makan, atau merasa tidak nyaman.

Hal penting yang perlu dipahami adalah demam bukan penyakit itu sendiri, melainkan gejala. Karena itu, menurunkan suhu tubuh saja belum tentu menyelesaikan penyebabnya. Orang tua juga perlu mengamati kondisi anak secara keseluruhan.

Menurut panduan kesehatan anak dari NHS dan American Academy of Pediatrics, usia serta gejala penyerta merupakan pertimbangan penting saat menentukan apakah anak membutuhkan pemeriksaan medis. Anak yang masih responsif dan mau minum tentu berbeda kondisinya dengan anak yang sulit dibangunkan atau mengalami gangguan pernapasan.

Kapan Anak Perlu Dibawa ke Dokter Saat Demam?

Ada beberapa kondisi yang sebaiknya menjadi perhatian orang tua. Sebagian membutuhkan pemeriksaan segera, sementara kondisi lain dapat dinilai oleh dokter dalam waktu dekat berdasarkan gejala dan usia anak.

Bayi berusia di bawah tiga bulan mengalami demam

Jika bayi berusia kurang dari tiga bulan memiliki suhu tubuh 38°C atau lebih, segera cari penilaian medis. Jangan menunggu sampai muncul gejala lain atau berharap demam turun dengan sendirinya.

Pada usia ini, infeksi serius dapat terjadi meskipun tanda-tandanya belum terlihat jelas. Bayi juga belum mampu menunjukkan rasa sakit atau ketidaknyamanan dengan cara yang mudah dikenali.

Segera hubungi dokter atau bawa bayi ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan pemeriksaan. Jangan menunda pertolongan hanya karena bayi masih terlihat tenang atau masih mau menyusu.

Bayi berusia tiga sampai enam bulan mengalami demam tinggi

Pada bayi berusia tiga sampai enam bulan, suhu 39°C atau lebih merupakan alasan untuk segera meminta penilaian medis. Kamu juga perlu lebih waspada jika bayi terlihat lesu, sulit menyusu, muntah berulang, atau menunjukkan perubahan perilaku yang tidak biasa.

Baca Juga  Spot Foto Sunset Paling Bagus di Pantai Losari Makassar

Jangan hanya berpatokan pada angka suhu. Jika bayi terlihat sangat sakit, sulit dibangunkan, atau mengalami gangguan pernapasan, segera cari pertolongan darurat berapa pun suhu yang terukur.

Demam disertai kesulitan bernapas

Perhatikan pola napas anak ketika sedang demam. Jika napasnya sangat cepat, tampak kesulitan mengambil napas, mengeluarkan suara mengerang saat bernapas, atau bagian bawah tulang rusuk tertarik ke dalam, jangan menunggu sampai demam turun.

Bibir atau lidah yang tampak kebiruan, kulit yang berubah pucat atau keabu-abuan, serta anak yang tidak mampu berbicara, menangis, atau minum karena sesak juga merupakan tanda bahaya.

Segera bawa anak ke unit gawat darurat atau hubungi layanan darurat setempat. Gangguan pernapasan dapat menjadi tanda kondisi serius yang membutuhkan penanganan cepat.

Anak sulit dibangunkan atau tidak merespons seperti biasanya

Anak yang demam memang bisa lebih banyak tidur daripada biasanya. Namun, ada perbedaan antara tidur karena lelah dan kondisi ketika anak sulit dibangunkan, tidak mengenali orang tua, tampak bingung, atau tidak memberikan respons yang wajar.

Jika anak tidak merespons seperti biasanya, segera cari pertolongan medis. Jangan menganggap kondisi ini hanya akibat tubuh yang kelelahan karena demam.

Perubahan kesadaran, kelemahan ekstrem, atau kondisi anak yang memburuk dengan cepat perlu diperlakukan sebagai tanda bahaya.

Demam disertai kejang

Sebagian anak dapat mengalami kejang ketika demam. Meskipun tidak semua kejang berkaitan dengan penyakit berbahaya, orang tua sebaiknya tidak mencoba memastikan penyebabnya sendiri di rumah.

Jika anak mengalami kejang untuk pertama kali, segera cari pertolongan medis darurat. Jika kejang berlangsung lima menit atau lebih, terjadi berulang tanpa pulih di antaranya, anak kesulitan bernapas, atau tidak sadar setelah kejang, keadaan tersebut membutuhkan penanganan darurat.

Selama anak kejang, jauhkan benda berbahaya di sekitarnya, lindungi kepalanya, dan jangan menahan gerakan tubuhnya. Jangan memasukkan sendok, jari, obat, atau benda apa pun ke dalam mulut anak. Catat durasi kejang jika memungkinkan tanpa menunda pertolongan.

Muncul ruam yang tidak memudar saat ditekan

Ruam bisa muncul karena berbagai penyebab, tetapi ruam berupa bintik merah atau ungu yang tidak memudar ketika ditekan perlu diwaspadai, terutama jika disertai demam dan anak terlihat sakit.

Jangan mengandalkan tes tekanan kulit untuk memastikan anak aman. Ruam yang tampak mengkhawatirkan, apalagi disertai lemas berat, gangguan kesadaran, atau kesulitan bernapas, perlu segera dinilai tenaga medis.

Jika kamu melihat ruam yang tidak biasa dan kondisi anak memburuk, segera bawa anak ke fasilitas kesehatan darurat. Jangan menunggu sampai ruam menyebar atau suhu tubuh meningkat lebih tinggi.

Anak mengalami dehidrasi

Demam bisa meningkatkan kebutuhan cairan. Risiko dehidrasi bertambah jika anak juga mengalami muntah, diare, berkeringat banyak, atau menolak minum.

Beberapa tanda dehidrasi yang perlu diperhatikan adalah:

  • Mulut dan lidah terlihat kering.
  • Anak buang air kecil jauh lebih sedikit daripada biasanya.
  • Popok bayi lebih jarang basah.
  • Air mata berkurang ketika menangis.
  • Mata tampak cekung.
  • Anak sangat lemas atau sulit minum.

Jika anak masih sadar penuh dan mampu menelan, tawarkan cairan sedikit demi sedikit tetapi sering. Namun, jika anak tidak mampu minum, sangat lemas, sulit dibangunkan, atau menunjukkan tanda dehidrasi berat, segera cari pertolongan medis.

Demam berlangsung lima hari atau lebih

Demam pada anak sering membaik dalam beberapa hari, tetapi durasi demam tetap perlu diperhatikan. Jika demam berlangsung selama lima hari atau lebih, anak perlu diperiksa dokter meskipun masih bisa makan atau bermain sesekali.

Dokter akan menilai kemungkinan penyebab demam yang berkepanjangan dan mencari gejala lain yang mungkin membutuhkan pemeriksaan lanjutan.

Jangan menunggu sampai hari kelima jika kondisi anak semakin buruk, muncul tanda bahaya, atau kamu merasa ada sesuatu yang tidak beres. Pemeriksaan lebih awal dapat diperlukan sesuai usia dan gejalanya.

Demam disertai nyeri atau muntah yang berat

Keluhan lain yang perlu diperhatikan meliputi sakit kepala berat, leher kaku, nyeri perut yang hebat, muntah berulang, sakit telinga yang berat, atau anak menolak minum karena kesulitan menelan.

Jika gejala tersebut muncul bersama demam, hubungi dokter untuk mendapatkan penilaian segera. Apabila disertai penurunan kesadaran, sesak napas, atau kondisi anak terlihat sangat buruk, langsung cari pertolongan darurat.

Panduan Singkat: Perlu ke Dokter Sekarang atau Bisa Dipantau?

Untuk memudahkan orang tua, berikut ringkasan kondisi yang perlu diperhatikan. Tabel ini bukan alat diagnosis dan tidak dapat menggantikan pemeriksaan langsung.

Baca Juga  Influenza A Mudah Menular pada Anak, Kenali Faktor Risikonya
Kondisi Anak Tindakan yang Disarankan
Bayi di bawah 3 bulan dengan suhu 38°C atau lebih Segera cari penilaian medis
Bayi usia 3–6 bulan dengan suhu 39°C atau lebih Segera diperiksa dokter
Sesak berat, sulit dibangunkan, kejang pertama, atau ruam yang tidak memudar saat ditekan Cari pertolongan darurat
Demam lima hari atau lebih Periksakan ke dokter
Muntah berulang, kurang minum, atau buang air kecil berkurang Minta penilaian medis; segera jika kondisinya berat
Anak lebih besar, masih responsif, mau minum, bernapas normal, dan tidak menunjukkan tanda bahaya Bisa dipantau di rumah dengan pemeriksaan berkala jika kondisinya stabil

Jika kamu ragu apakah kondisi anak termasuk ringan atau serius, lebih aman menghubungi tenaga medis untuk mendapatkan arahan. Jangan menunggu semua tanda bahaya muncul sekaligus.

Cara Mengukur Suhu Tubuh Anak dengan Benar

Meraba dahi anak memang dapat memberi petunjuk bahwa tubuhnya terasa panas, tetapi sentuhan tangan tidak cukup akurat untuk memastikan suhu tubuh. Gunakan termometer digital dan ikuti petunjuk pemakaian alat.

Untuk anak kecil, pengukuran di ketiak dapat dilakukan dengan menempatkan ujung termometer pada kulit ketiak yang kering, lalu merapatkan lengan ke tubuh sesuai petunjuk alat. Metode pengukuran yang berbeda bisa memberikan hasil yang berbeda pula, sehingga penting untuk mencatat cara pengukurannya.

Catat suhu, waktu pengukuran, gejala yang muncul, serta obat yang sudah diberikan. Informasi ini dapat membantu dokter menilai perkembangan kondisi anak.

Hindari mengandalkan termometer strip yang ditempel di dahi karena hasilnya tidak cukup akurat untuk menentukan suhu tubuh. Jika hasil pengukuran terasa tidak sesuai dengan kondisi anak, ulangi sesuai petunjuk atau minta saran tenaga medis.

Cara Merawat Anak yang Demam di Rumah

Jika anak sudah cukup besar, masih responsif, bisa minum, bernapas normal, dan tidak menunjukkan tanda bahaya, perawatan di rumah mungkin dapat dilakukan sambil memantau kondisinya.

Pastikan anak mendapat cukup cairan

Tawarkan air putih untuk anak yang sudah boleh minum air, ASI atau susu sesuai kebiasaan bayi, serta cairan lain yang sesuai dengan usia dan kondisinya. Jika anak mengalami muntah atau diare, tanyakan kepada tenaga medis apakah larutan rehidrasi oral diperlukan.

Jangan memaksa anak minum dalam jumlah banyak sekaligus jika ia merasa mual. Cobalah memberikan sedikit demi sedikit dan lebih sering. Tetap pantau jumlah buang air kecil dan kemampuannya untuk minum.

Buat anak senyaman mungkin

Kenakan pakaian yang nyaman dan tidak berlebihan. Jaga suhu ruangan agar nyaman, biarkan anak beristirahat, dan jangan memaksanya melakukan aktivitas ketika tubuhnya lemas.

Hindari membungkus anak dengan selimut tebal untuk membuatnya berkeringat. Kamu juga tidak perlu memaksakan mandi air dingin atau mengompres dengan alkohol. Cara-cara tersebut bukan solusi yang tepat untuk mengatasi demam dan dapat menimbulkan ketidaknyamanan atau risiko tambahan.

Gunakan obat penurun panas dengan tepat

Obat penurun panas seperti parasetamol dapat membantu anak merasa lebih nyaman, tetapi pemilihan obat dan dosis harus sesuai usia, berat badan, petunjuk produk, serta arahan tenaga medis. Jangan memberikan dosis berdasarkan perkiraan atau menggunakan sendok makan biasa untuk mengukur obat cair.

Jangan memberikan aspirin kepada anak kecuali secara khusus diresepkan oleh dokter. Ibuprofen juga tidak cocok untuk semua anak, terutama bayi yang sangat muda atau anak yang mengalami dehidrasi. Jangan mengombinasikan atau bergantian memberikan obat penurun panas tanpa arahan tenaga kesehatan.

Ingat, tujuan obat penurun panas adalah membantu anak merasa lebih nyaman, bukan sekadar membuat angka termometer kembali normal. Jika anak tetap terlihat sakit atau kondisinya memburuk meskipun suhu turun, segera cari penilaian medis.

Hal yang Perlu Dihindari Saat Anak Demam

Niat membantu anak pulih secepatnya terkadang membuat orang tua mencoba berbagai cara yang belum tentu aman. Berikut beberapa hal yang sebaiknya dihindari.

  • Menunggu suhu terlalu tinggi sebelum mencari pertolongan. Tanda bahaya bisa muncul pada suhu yang tidak terlalu tinggi.
  • Memberikan antibiotik tanpa resep. Tidak semua penyebab demam membutuhkan antibiotik.
  • Menggunakan obat orang dewasa. Dosis dan kandungannya bisa tidak sesuai untuk anak.
  • Memberikan obat berulang terlalu cepat. Selalu periksa dosis, interval, dan kandungan obat agar tidak terjadi pemberian berlebihan.
  • Mengabaikan tanda dehidrasi. Anak yang jarang buang air kecil atau tidak mampu minum perlu mendapat perhatian.
  • Memaksa anak makan dalam jumlah besar. Utamakan cairan dan tawarkan makanan sesuai toleransi anak.
  • Menganggap demam setelah obat turun berarti penyakit sudah sembuh. Amati kondisi anak secara keseluruhan, bukan hanya angka suhu.
Baca Juga  Sensasi Wisata Perahu di Center Point of Indonesia (CPI) Makassar yang Bikin Ketagihan!

Informasi yang Sebaiknya Disiapkan Sebelum ke Dokter

Jika memutuskan membawa anak ke dokter, ada beberapa informasi yang bisa membantu proses pemeriksaan. Kamu tidak perlu menunggu semua data terkumpul jika anak menunjukkan tanda darurat.

  • Usia anak dan berat badan terakhir jika diketahui.
  • Suhu tertinggi yang terukur dan metode pengukurannya.
  • Kapan demam mulai muncul dan apakah berlangsung terus-menerus.
  • Gejala lain, seperti batuk, pilek, muntah, diare, ruam, atau nyeri.
  • Jumlah minum dan perubahan frekuensi buang air kecil.
  • Nama obat, dosis, dan waktu pemberian jika sudah ada obat yang diberikan.
  • Riwayat penyakit, alergi obat, atau kondisi yang memengaruhi daya tahan tubuh.

Catatan sederhana di ponsel dapat membantu kamu menyampaikan informasi dengan lebih jelas, terutama jika demam terjadi pada malam hari atau gejalanya berubah-ubah.

FAQ Seputar Demam pada Anak

Apakah anak yang demam harus selalu dibawa ke dokter?

Tidak selalu. Anak yang lebih besar, masih responsif, mau minum, bernapas normal, dan tidak menunjukkan tanda bahaya mungkin dapat dipantau di rumah. Namun, bayi di bawah tiga bulan dengan suhu 38°C atau lebih harus segera mendapatkan penilaian medis. Jika kamu khawatir atau gejalanya memburuk, jangan menunda pemeriksaan.

Berapa suhu demam yang berbahaya untuk anak?

Penilaiannya bergantung pada usia dan kondisi anak. Suhu 38°C atau lebih pada bayi di bawah tiga bulan perlu segera diperiksa, sedangkan suhu 39°C atau lebih pada bayi usia tiga sampai enam bulan juga membutuhkan penilaian medis segera. Pada anak yang lebih besar, gejala seperti sesak, sulit dibangunkan, kejang, atau dehidrasi tetap perlu dianggap serius berapa pun suhu tubuhnya.

Kalau demam turun setelah minum obat, apakah anak sudah aman?

Belum tentu. Obat dapat membantu menurunkan suhu dan membuat anak lebih nyaman, tetapi tidak selalu mengatasi penyebab demam. Tetap pantau kesadaran, pernapasan, asupan cairan, buang air kecil, dan gejala lainnya.

Apakah demam pada anak boleh ditunggu sampai besok?

Hal ini bergantung pada usia dan gejala. Jangan menunggu sampai besok jika bayi masih berusia di bawah tiga bulan mengalami suhu 38°C atau lebih, atau jika anak mengalami tanda bahaya. Untuk anak yang lebih besar dan kondisinya stabil, pemantauan dapat dilakukan sambil meminta saran tenaga medis bila diperlukan.

Kapan demam yang tidak kunjung turun harus diperiksa?

Jika demam berlangsung lima hari atau lebih, anak perlu diperiksa dokter. Namun, jangan menunggu selama itu jika anak semakin lemas, sulit minum, mengalami gejala baru yang mengkhawatirkan, atau kondisinya memburuk.

Kapan Anak Perlu Dibawa ke Dokter Saat Demam?

Memahami kapan anak perlu dibawa ke dokter saat demam membantu orang tua mengambil keputusan dengan lebih tenang dan tepat. Perhatikan usia anak, suhu tubuh, lama demam, kemampuan minum, frekuensi buang air kecil, pola pernapasan, dan perubahan perilakunya.

Segera cari pertolongan medis jika bayi di bawah tiga bulan mengalami suhu 38°C atau lebih, bayi usia tiga sampai enam bulan mengalami suhu 39°C atau lebih, atau anak menunjukkan tanda bahaya seperti kesulitan bernapas, sulit dibangunkan, kejang, ruam yang tidak memudar saat ditekan, atau dehidrasi berat. Demam yang berlangsung lima hari atau lebih juga perlu diperiksa.

Jika anak lebih besar, masih responsif, mau minum, dan tidak menunjukkan tanda bahaya, pemantauan di rumah mungkin dapat dilakukan. Berikan cairan, biarkan anak beristirahat, dan gunakan obat sesuai petunjuk yang tepat. Namun, percayai penilaianmu sebagai orang tua: jika anak terlihat sangat berbeda dari biasanya atau kamu merasa kondisinya serius, jangan ragu mencari bantuan medis. (*)

You Might Also Like

Tips Memilih Tempat Magang untuk Mahasiswa agar Tidak Salah Pilih

Sering Minum Kopi? Ini Cara Merawat Gigi agar Tidak Mudah Menguning

Cara Mengatur Jam Tidur setelah Sering Begadang agar Kembali Teratur

Keberuntungan Shio Kerbau Tahun 2026 Ini: Karier, Rezeki, dan Asmara

Cara Mencegah Penyebaran Flu di Dalam Rumah dengan Mudah

TAGGED:anak perlu dibawa ke dokterdemam anakdemam pada anakdokter anakKesehatan Anakkesehatan keluargaperawatan anak sakitpertolongan pertama anak demamsuhu tubuh anaktanda bahaya demamTips Kesehatan Anak
Share This Article
Facebook Twitter Email Print
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler
Cara Mengurus Izin Usaha Mikro
EkonomiBisnis

Cara Mengurus Izin Usaha Mikro (IUMK) untuk Warung Kelontong dengan Mudah dan Cepat

Arazone Arazone Mei 1, 2026
Edits Assistant Resmi Hadir, AI Instagram untuk Bantu Kreator Cari Pola dan Ide Reels
5 Laptop 2-in-1 Terbaik dan Harga Terjangkau 2026
Cek Daftar Harga iPhone Bekas Mulai Rp 4 Jutaan, Ada iPhone 12 dan 13
SPT Tahunan 2026 Wajib Dilaporkan, Ini Batas Waktu, Denda, dan Risiko Jika Terlambat

BRKMAKASSAR.COM

BRK Makassar menyajikan berita terbaru Kota Makassar, Sulawesi Selatan, dan nasional. Informasi aktual, akurat, dan terpercaya setiap hari.
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • UU Pers
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
© brkmakassar.com. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?