BRKMAKASSAR.COMBRKMAKASSAR.COMBRKMAKASSAR.COM
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
    • Nasional
    • Internasional
    • Makassar
    • Sulsel
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Keuangan
  • Lifestyle
    • Hiburan
    • Kesehatan
    • Travel
  • Oto
  • Sport
    • Sepakbola
    • Balap
  • Tekno
    • Gadget
    • Gaming
    • Tips dan Trik
Reading: Anak Digigit Nyamuk dan Muncul Bentol Merah, Begini Cara Mengatasinya
Share
BRKMAKASSAR.COMBRKMAKASSAR.COM
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Ekonomi
  • Lifestyle
  • Oto
  • Sport
  • Tekno
Search
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • UU Pers
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
Follow US
Anak Digigit Nyamuk dan Muncul Bentol Merah
KesehatanLifestyle

Anak Digigit Nyamuk dan Muncul Bentol Merah, Begini Cara Mengatasinya

kang nulis
Last updated: September 22, 2026 9:44 am
kang nulis Published September 22, 2026
Share
SHARE

Brkmakassar.com – Gigitan nyamuk pada anak sering kali meninggalkan tanda berupa bentol merah pada kulit. Selain terlihat membengkak, area tersebut biasanya terasa gatal sehingga membuat anak ingin terus menggaruknya.

Inti Artikel
Kompres Dingin untuk Meredakan BentolHindari Kebiasaan MenggarukAntihistamin Dapat Digunakan pada Kondisi TertentuBentol Besar Tidak Selalu Berarti Alergi BeratKapan Perlu Mempertimbangkan Pemeriksaan?Gigitan Nyamuk Memicu Respons ImunLangkah Sederhana yang Bisa Dilakukan

Pada sebagian anak, reaksi setelah digigit nyamuk dapat terlihat lebih jelas. Bentol bisa berukuran cukup besar dan bertahan lebih lama dibandingkan reaksi yang biasanya terjadi pada kulit.

Meski demikian, bentol dan kemerahan setelah gigitan nyamuk pada umumnya merupakan respons tubuh terhadap protein yang terdapat dalam air liur nyamuk. Reaksi tersebut bukan disebabkan oleh racun yang ditinggalkan nyamuk di dalam kulit.

Saat nyamuk menggigit, air liurnya masuk ke kulit. Sistem kekebalan tubuh kemudian mengenali protein tersebut dan memicu respons imun. Salah satu zat yang berperan dalam proses ini adalah histamin.

Mengacu pada penelitian yang dipublikasikan di jurnal Frontiers, histamin dapat menyebabkan pembuluh darah melebar sekaligus meningkatkan permeabilitas pembuluh darah. Proses tersebut kemudian membuat area kulit di sekitar gigitan menjadi merah, membengkak, dan terasa gatal.

Reaksi tidak selalu muncul tepat setelah anak digigit. Pada beberapa kondisi, bentol dan rasa gatal dapat terlihat segera, sedangkan pada kondisi lain reaksinya baru tampak beberapa jam setelah gigitan.

Pada anak, respons terhadap gigitan nyamuk juga dapat terlihat cukup besar. Karena itu, orangtua tidak perlu langsung panik ketika melihat bentol yang lebih besar selama tidak disertai tanda-tanda lain yang mengkhawatirkan.

Anak Digigit Nyamuk dan Muncul Bentol Merah

Kompres Dingin untuk Meredakan Bentol

Salah satu langkah sederhana yang dapat dilakukan ketika anak mengalami bentol dan gatal akibat gigitan nyamuk adalah memberikan kompres dingin pada area yang terkena.

Orangtua dapat menggunakan kain bersih atau handuk kecil yang telah dibasahi dengan air dingin. Kain tersebut kemudian ditempelkan pada bagian kulit yang mengalami gigitan selama beberapa menit.

Kompres dingin dapat membantu meredakan rasa gatal, nyeri, dan pembengkakan yang muncul di sekitar lokasi gigitan. Cara ini juga relatif sederhana sehingga dapat menjadi langkah awal ketika anak mulai merasa tidak nyaman akibat bentol.

Baca Juga  Paket Wisata Murah Wisata ke Pulau Kodingareng Keke: Liburan Pulau Seru Dekat Makassar

Namun, orangtua sebaiknya tidak menempelkan es batu secara langsung ke kulit anak. Es yang bersentuhan langsung dengan kulit dapat menimbulkan iritasi. Sebagai gantinya, gunakan kain atau handuk sebagai perantara saat memberikan kompres dingin.

Jika rasa gatal dan pembengkakan masih tergolong ringan, langkah tersebut dapat dilakukan terlebih dahulu sambil memantau perubahan pada kulit anak.

Hindari Kebiasaan Menggaruk

Rasa gatal merupakan salah satu keluhan yang paling umum setelah gigitan nyamuk. Pada anak, rasa gatal tersebut dapat membuat mereka secara refleks menggaruk area yang terkena gigitan.

Masalahnya, menggaruk tidak membuat reaksi kulit berhenti. Sebaliknya, garukan berulang dapat membuat kulit semakin teriritasi. Jika dilakukan terlalu kuat, kulit bahkan dapat terluka.

Luka akibat garukan juga dapat meningkatkan risiko terjadinya infeksi pada kulit. Karena itu, orangtua perlu membantu anak agar tidak terus-menerus menggaruk area gigitan.

Salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah memastikan kuku anak tetap pendek. Kuku yang pendek dapat mengurangi kemungkinan kulit terluka ketika anak secara tidak sengaja menggaruk bagian yang terasa gatal.

Langkah ini terutama perlu diperhatikan ketika anak mengalami banyak gigitan nyamuk atau mempunyai reaksi kulit yang cukup besar. Orangtua juga dapat mengalihkan perhatian anak ketika mulai menggaruk agar kulit tidak semakin mengalami iritasi.

Antihistamin Dapat Digunakan pada Kondisi Tertentu

Jika rasa gatal cukup mengganggu, antihistamin dapat digunakan untuk membantu mengurangi reaksi tersebut pada kondisi tertentu. Namun, penggunaan obat tidak berarti diperlukan untuk setiap anak yang mengalami gigitan nyamuk.

Salah satu penelitian dari University of Tampere di Finlandia meneliti anak berusia 2 hingga 11 tahun yang sensitif terhadap gigitan nyamuk. Dalam penelitian tersebut, loratadine, obat yang mengandung antihistamin, dilaporkan dapat mengurangi ukuran bentol sekitar 45 persen dan rasa gatal sekitar 78 persen pada pengukuran awal setelah paparan.

Penelitian tersebut juga menunjukkan adanya pengurangan ukuran bekas reaksi yang masih terlihat hingga 24 jam setelah paparan.

Meski demikian, hasil penelitian tersebut tidak berarti semua anak yang digigit nyamuk harus diberikan loratadine atau obat antihistamin lainnya. Kebutuhan obat harus dilihat berdasarkan kondisi anak dan tingkat reaksi yang terjadi.

Baca Juga  15+ Kutipan Inspiratif Tentang Kecantikan untuk Meningkatkan Rasa Percaya Diri

Jenis obat dan dosis yang diberikan kepada anak juga perlu disesuaikan. Faktor seperti usia, berat badan, serta bentuk atau sediaan obat perlu diperhatikan.

Karena itu, orangtua sebaiknya mengikuti petunjuk penggunaan yang tepat dan berkonsultasi dengan dokter atau apoteker sebelum memberikan obat kepada anak, terutama jika belum mengetahui jenis dan dosis yang sesuai.

Bentol Besar Tidak Selalu Berarti Alergi Berat

Salah satu hal yang sering membuat orangtua khawatir adalah ukuran bentol setelah anak digigit nyamuk. Bentol yang tampak lebih besar daripada biasanya memang dapat terlihat cukup mencolok, tetapi ukurannya saja tidak otomatis menunjukkan bahwa anak mengalami alergi berat.

Anak dapat mengalami kondisi yang disebut large local reaction atau reaksi lokal besar setelah gigitan serangga. Reaksi tersebut menyebabkan area kulit di sekitar gigitan mengalami pembengkakan atau kemerahan yang lebih luas.

Selain itu, terdapat pula kondisi yang dikenal sebagai papular urticaria. Kondisi ini merupakan reaksi hipersensitivitas terhadap gigitan serangga yang dapat menyebabkan munculnya banyak bentol pada kulit.

Pada anak, papular urticaria dapat membuat bentol bertahan lebih lama. Karena itu, reaksi yang terlihat cukup besar atau berlangsung lebih lama tidak selalu berarti telah terjadi infeksi atau alergi berat.

Pemahaman tersebut penting agar orangtua tidak langsung menganggap setiap bentol besar sebagai kondisi berbahaya. Reaksi kulit setelah gigitan nyamuk dapat berbeda antara satu anak dan anak lainnya.

Kapan Perlu Mempertimbangkan Pemeriksaan?

Jika anak hanya mengalami bentol dan kemerahan ringan di lokasi gigitan, orangtua dapat melakukan langkah sederhana untuk membantu mengurangi keluhan. Kompres dingin dan upaya mencegah anak menggaruk dapat menjadi penanganan awal.

Orangtua juga dapat memantau perkembangan bentol dari waktu ke waktu. Perhatian lebih diperlukan apabila reaksi terasa sangat mengganggu atau terdapat perubahan yang tidak biasa pada kondisi anak.

Jika membutuhkan obat untuk mengendalikan rasa gatal, penggunaannya sebaiknya mengikuti anjuran tenaga kesehatan. Pemilihan obat tidak hanya mempertimbangkan jenis keluhan, tetapi juga usia, berat badan, dan kondisi anak.

Dengan demikian, penanganan gigitan nyamuk pada anak tidak selalu membutuhkan obat. Banyak reaksi ringan dapat diredakan dengan langkah sederhana di rumah.

Baca Juga  Ukuran XXL untuk Berat Badan Berapa? Ini Cara Menentukannya

Gigitan Nyamuk Memicu Respons Imun

Bentol merah yang muncul setelah gigitan nyamuk merupakan bagian dari respons tubuh terhadap protein yang masuk bersama air liur nyamuk. Sistem imun kemudian memicu sejumlah proses yang menyebabkan pembuluh darah melebar dan meningkatkan permeabilitasnya.

Histamin menjadi salah satu zat yang berperan dalam proses tersebut. Akibatnya, kulit di sekitar gigitan dapat terlihat merah, membengkak, dan terasa gatal.

Respons tersebut dapat muncul dalam waktu yang berbeda pada setiap anak. Ada yang langsung mengalami bentol, sementara pada anak lainnya reaksi baru terlihat beberapa jam kemudian.

Besarnya reaksi juga dapat berbeda. Sebagian anak mungkin hanya mengalami benjolan kecil yang cepat mereda, sedangkan anak lainnya dapat mengalami bentol yang lebih besar dan bertahan lebih lama.

Karena itu, orangtua perlu melihat kondisi anak secara keseluruhan, bukan hanya ukuran bentol. Reaksi lokal yang besar masih dapat terjadi pada anak tanpa berarti mereka mengalami alergi berat.

Langkah Sederhana yang Bisa Dilakukan

Ketika anak digigit nyamuk dan muncul bentol merah, langkah pertama yang dapat dilakukan adalah menjaga agar area tersebut tidak semakin teriritasi. Kompres dengan kain bersih yang dibasahi air dingin dapat membantu mengurangi gatal, nyeri, dan pembengkakan.

Selanjutnya, upayakan agar anak tidak menggaruk. Memotong kuku tetap pendek menjadi salah satu cara sederhana untuk mengurangi risiko kulit terluka akibat garukan.

Jika rasa gatal mengganggu dan membutuhkan penanganan lebih lanjut, penggunaan antihistamin dapat dipertimbangkan sesuai kondisi anak. Namun, orangtua sebaiknya tidak memberikan obat secara sembarangan karena jenis dan dosisnya harus disesuaikan dengan usia, berat badan, serta sediaan obat.

Jadi, bentol merah setelah anak digigit nyamuk pada umumnya merupakan reaksi tubuh terhadap protein dalam air liur nyamuk. Bentol yang besar juga tidak otomatis menandakan alergi berat. Pada kondisi ringan, kompres dingin dan mencegah garukan dapat menjadi langkah awal yang dilakukan di rumah.

Apabila reaksi terasa sangat mengganggu atau muncul tanda yang tidak biasa, orangtua dapat mempertimbangkan pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut dari tenaga kesehatan.

You Might Also Like

Harga Tiket BIGBANG Jakarta 2027 Tembus Rp6,5 Juta, Ini Rinciannya

Cara Kerja di Luar Negeri untuk Lulusan SMK, Ini Persiapannya

Tips Ampuh Berhenti Scroll HP Sebelum Tidur agar Tidak Susah Terlelap

Cara Mencari Kerja di Jepang dari Indonesia, Ini Persiapannya

Cara Daftar Kerja ke Jepang Secara Resmi, Ini Tahapannya

TAGGED:Alergi Gigitan NyamukAnakAntihistaminBentol Gigitan NyamukGatalGigitan NyamukKesehatan AnakLarge Local ReactionLoratadineNyamukPapular UrticariaTips Kesehatan Anak
Share This Article
Facebook Twitter Email Print
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler
YouTube Blokir Akun di Bawah 16 Tahun di Indonesia
BeritaNasional

YouTube Blokir Akun di Bawah 16 Tahun di Indonesia, Ini Dampak dan Penjelasan Resminya

Arazone Arazone April 23, 2026
Samsung Galaxy Z Fold 8 Series Resmi Dijual di Indonesia, Ini Harga dan Promonya
Cara Menentukan Target Omzet Bisnis yang Tepat
PSM Makassar Resmi Boyong Duet Maut Montenegro dan Tajikistan
Cara Mengamankan Akun WhatsApp, Aktifkan 6 Fitur Ini

BRKMAKASSAR.COM

BRK Makassar menyajikan berita terbaru Kota Makassar, Sulawesi Selatan, dan nasional. Informasi aktual, akurat, dan terpercaya setiap hari.
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • UU Pers
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
© brkmakassar.com. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?