Brkmakassar.com – Bagi startup, punya ide bisnis yang menarik saja belum tentu cukup untuk mendapatkan perhatian investor. Kamu juga perlu bisa menjelaskan ide tersebut dengan cara yang singkat, jelas, dan meyakinkan. Salah satu alat yang sering digunakan untuk menyampaikan cerita bisnis tersebut adalah pitch deck.
Secara sederhana, pitch deck adalah presentasi singkat yang digunakan founder untuk menjelaskan bisnis kepada calon investor, partner, atau pihak lain yang berkepentingan. Isinya bukan sekadar kumpulan slide dengan desain keren, tetapi rangkaian informasi yang membantu audiens memahami masalah, solusi, pasar, model bisnis, perkembangan startup, hingga kebutuhan pendanaan.
Kalau kamu sedang mencari cara membuat pitch deck untuk startup, jangan berpikir bahwa kamu harus membuat presentasi yang penuh tulisan dan angka. Justru sebaliknya, pitch deck yang baik biasanya mampu menyampaikan inti bisnis dengan sederhana. Investor tidak perlu membaca satu halaman penuh untuk memahami apa yang sedang kamu bangun. 
Apa Itu Pitch Deck Startup?
Pitch deck adalah materi presentasi yang digunakan untuk memperkenalkan bisnis secara ringkas kepada calon investor atau pihak lain. Biasanya presentasi ini dibuat dalam format slide dan dirancang agar audiens dapat memahami bisnis dalam waktu relatif singkat.
Isi pitch deck dapat berbeda-beda tergantung tahap startup dan tujuan presentasi. Startup yang masih berada pada tahap ide tentu belum memiliki data penjualan sebanyak startup yang sudah memiliki ribuan pelanggan.
Karena itu, jangan mencoba memaksakan semua startup menggunakan struktur yang sama persis. Yang penting adalah informasi utama bisnis tersampaikan dengan logis.
Kenapa Startup Membutuhkan Pitch Deck?
Founder sering memiliki banyak hal yang ingin diceritakan. Mulai dari ide awal, pengalaman pribadi, masalah yang ditemukan, produk, strategi pemasaran, sampai rencana ekspansi.
Masalahnya, waktu audiens biasanya terbatas. Di sinilah pitch deck membantu menyusun cerita agar lebih terarah.
- Menjelaskan masalah yang ingin diselesaikan startup.
- Memperkenalkan produk atau solusi.
- Menunjukkan siapa target pelanggan.
- Menjelaskan peluang pasar.
- Memperlihatkan model bisnis.
- Menampilkan perkembangan atau traction.
- Memperkenalkan tim founder.
- Menjelaskan kebutuhan pendanaan dan penggunaannya.
Dengan struktur seperti ini, pitch deck bukan hanya menjadi alat presentasi. Ia juga membantu founder sendiri untuk melihat apakah model bisnis yang dibangun sudah cukup jelas.
Sebelum Membuat Pitch Deck, Tentukan Tujuannya
Salah satu langkah penting dalam cara membuat pitch deck untuk startup adalah menentukan tujuan presentasi sejak awal.
Apakah kamu ingin mencari investor? Memperkenalkan startup kepada partner? Mengikuti kompetisi bisnis? Atau melakukan presentasi dalam program inkubasi?
Tujuan tersebut akan memengaruhi isi dan penekanan presentasi. Jika pitch deck ditujukan untuk investor, misalnya, informasi mengenai pasar, model bisnis, traction, strategi pertumbuhan, dan kebutuhan pendanaan akan menjadi bagian penting.
Mulai dengan Masalah yang Nyata
Slide masalah atau problem statement merupakan salah satu bagian penting dalam pitch deck. Di bagian ini, jangan langsung sibuk menjelaskan fitur aplikasi atau teknologi yang kamu buat.
Jelaskan terlebih dahulu masalah yang dialami target pelanggan. Buat audiens memahami mengapa masalah tersebut penting untuk diselesaikan.
Misalnya, startup kamu membuat platform untuk membantu UMKM mengelola stok. Daripada mengatakan “kami memiliki aplikasi manajemen inventori dengan fitur A, B, dan C”, kamu bisa mulai dengan masalah bahwa pemilik usaha masih kesulitan memantau stok karena pencatatan dilakukan secara manual.
Masalah yang konkret akan membuat solusi yang kamu tawarkan terasa lebih relevan.
Jelaskan Solusi dengan Sederhana
Setelah menjelaskan masalah, masuk ke solusi. Bagian ini menjawab pertanyaan sederhana: “Startup kamu sebenarnya menyelesaikan masalah tersebut dengan cara apa?”
Hindari menggunakan terlalu banyak istilah teknis. Kalau audiens bukan orang yang memahami teknologi secara mendalam, penjelasan yang terlalu rumit justru dapat membuat pesan utama hilang.
- Jelaskan produk dalam satu atau dua kalimat.
- Tunjukkan cara kerja utama produk.
- Jelaskan manfaat yang diterima pelanggan.
- Gunakan gambar atau screenshot jika membantu.
- Fokus pada nilai yang diberikan, bukan sekadar daftar fitur.
Tentukan Target Pasar dengan Jelas
Startup tidak harus menjual produknya kepada semua orang. Justru semakin jelas target pelanggan, semakin mudah kamu menjelaskan strategi bisnis.
Misalnya targetnya adalah pemilik restoran skala kecil di kota besar, pengguna kendaraan listrik di perkotaan, atau mahasiswa yang membutuhkan layanan tertentu. Definisi target yang spesifik jauh lebih informatif dibandingkan hanya menulis “semua orang”.
Kalau sudah memiliki data pelanggan, gunakan data tersebut untuk mendukung penjelasan. Data aktual biasanya lebih kuat daripada sekadar asumsi.
Tunjukkan Besarnya Peluang Pasar
Setelah target pelanggan jelas, jelaskan seberapa besar peluang pasar yang ingin kamu masuki. Investor biasanya ingin memahami apakah bisnis tersebut memiliki ruang untuk berkembang.
Kamu bisa membagi analisis pasar menjadi beberapa tingkatan, misalnya total pasar, pasar yang dapat dilayani, dan bagian pasar yang secara realistis dapat ditargetkan startup.
Jangan hanya memasukkan angka pasar yang sangat besar tanpa penjelasan. Angka tersebut perlu memiliki dasar dan hubungan yang jelas dengan produk yang kamu tawarkan.
Jelaskan Cara Startup Menghasilkan Uang
Bagian model bisnis menjawab pertanyaan yang sangat sederhana: dari mana uang startup akan datang?
Misalnya, startup memperoleh pendapatan melalui:
- Langganan bulanan atau tahunan.
- Komisi dari setiap transaksi.
- Biaya layanan.
- Penjualan produk.
- Lisensi software.
- Iklan.
- Freemium dengan fitur premium.
Kalau bisnis memiliki lebih dari satu sumber pendapatan, jelaskan dengan sederhana. Jangan sampai audiens justru bingung karena terlalu banyak model bisnis yang belum terbukti.
Masukkan Data Traction
Jika startup sudah berjalan, traction menjadi salah satu bagian yang sangat berharga dalam pitch deck. Traction menunjukkan perkembangan bisnis berdasarkan data yang sudah terjadi.
Traction dapat berupa pertumbuhan pengguna, pendapatan, jumlah transaksi, pelanggan aktif, tingkat penggunaan produk, kontrak bisnis, atau metrik lain yang relevan dengan model bisnis.
Contohnya, daripada hanya mengatakan “pengguna kami terus bertambah”, tampilkan perkembangan pengguna dari bulan ke bulan. Data konkret membuat perkembangan bisnis lebih mudah dipahami.
| Metrik | Contoh Data | Yang Ditunjukkan |
|---|---|---|
| Pengguna aktif | 12.000 | Pertumbuhan penggunaan produk |
| Pelanggan berbayar | 1.500 | Konversi ke pelanggan berbayar |
| Pendapatan bulanan | Rp250 juta | Perkembangan revenue |
| Pertumbuhan | 15% per bulan | Kecepatan perkembangan bisnis |
Angka di atas hanya contoh. Gunakan metrik yang benar-benar relevan dengan kondisi startup kamu dan jangan memasukkan data yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.
Jelaskan Strategi Mendapatkan Pelanggan
Produk yang bagus belum tentu otomatis memiliki pelanggan. Karena itu, investor perlu memahami bagaimana startup akan mendapatkan dan mempertahankan pengguna.
Jelaskan channel yang digunakan, misalnya digital marketing, sales langsung, partnership, komunitas, marketplace, referral, atau strategi lainnya.
Kalau sudah memiliki data biaya mendapatkan pelanggan, kamu juga dapat memasukkan metrik seperti customer acquisition cost atau CAC. Dengan begitu, audiens dapat memahami bagaimana strategi pertumbuhan bisnis bekerja.
Analisis Kompetitor dengan Jujur
Hampir semua startup memiliki kompetitor, baik kompetitor langsung maupun solusi alternatif. Jangan membuat slide kompetitor dengan mengatakan bahwa startup kamu tidak memiliki pesaing sama sekali.
Jika ada orang yang sudah menyelesaikan masalah pelanggan dengan cara berbeda, mereka tetap dapat dianggap sebagai kompetitor atau alternatif.
Jelaskan apa yang membuat produk kamu berbeda. Perbedaannya bisa berupa teknologi, harga, pengalaman pengguna, distribusi, jaringan, data, komunitas, atau faktor lain yang memang relevan.
Tampilkan Keunggulan Kompetitif
Setelah menunjukkan kompetitor, jelaskan alasan mengapa startup memiliki peluang untuk bertahan dan berkembang.
- Teknologi atau produk yang sulit ditiru.
- Basis pengguna yang terus berkembang.
- Jaringan partner yang kuat.
- Brand atau komunitas yang sudah terbentuk.
- Data yang memberikan keunggulan tertentu.
- Distribusi yang lebih efisien.
- Keahlian khusus dari tim.
Hindari menggunakan klaim seperti “kami nomor satu” jika tidak memiliki data yang mendukung. Lebih baik jelaskan keunggulan dengan bukti yang bisa dipahami.
Perkenalkan Tim Founder
Ide bagus membutuhkan tim yang mampu mengeksekusinya. Karena itu, slide tim juga menjadi bagian penting dalam pitch deck.
Tidak perlu memasukkan seluruh riwayat hidup setiap anggota. Pilih pengalaman yang paling relevan dengan bisnis.
Misalnya, founder startup fintech dapat menonjolkan pengalaman di bidang finansial, teknologi, atau pengembangan produk. Founder startup kesehatan bisa menampilkan pengalaman yang relevan dengan industri kesehatan.
Masukkan Proyeksi Keuangan secara Realistis
Proyeksi keuangan dapat membantu audiens memahami rencana bisnis dalam beberapa tahun ke depan. Namun, jangan membuat angka hanya agar terlihat menarik.
Jelaskan asumsi yang digunakan untuk membuat proyeksi. Misalnya jumlah pelanggan, harga produk, frekuensi transaksi, biaya operasional, dan strategi pertumbuhan.
Jika proyeksi menunjukkan pertumbuhan sangat tinggi, pastikan kamu memiliki alasan yang masuk akal untuk mendukungnya.
Jelaskan Berapa Dana yang Dibutuhkan
Jika tujuan pitch deck adalah mencari investasi, jangan lupa menjelaskan jumlah dana yang ingin dihimpun dan penggunaannya.
Contohnya:
- 40% untuk pengembangan produk.
- 30% untuk pemasaran dan akuisisi pelanggan.
- 20% untuk perekrutan tim.
- 10% untuk operasional dan kebutuhan lainnya.
Persentase tersebut hanyalah contoh. Struktur sebenarnya harus disesuaikan dengan kebutuhan startup.
Jangan Membuat Pitch Deck Terlalu Penuh
Salah satu kesalahan paling umum adalah memasukkan terlalu banyak informasi dalam satu slide. Akhirnya ukuran tulisan menjadi kecil dan audiens sibuk membaca daripada mendengarkan founder.
Gunakan prinsip sederhana: satu slide sebaiknya memiliki satu pesan utama. Kalau sebuah informasi tidak membantu menjelaskan bisnis, pertimbangkan untuk menghapusnya.
Gunakan Desain yang Sederhana
Pitch deck tidak harus terlihat seperti desain iklan yang penuh efek. Desain sederhana justru dapat membuat informasi lebih mudah dibaca.
- Gunakan font yang mudah dibaca.
- Jaga ukuran teks tetap nyaman.
- Gunakan warna yang konsisten dengan identitas startup.
- Berikan ruang kosong agar slide tidak terasa sesak.
- Gunakan grafik untuk data yang memang membutuhkan visualisasi.
- Jangan berlebihan menggunakan animasi.
Struktur Pitch Deck yang Bisa Digunakan
Kalau kamu masih bingung harus mulai dari slide mana, struktur berikut bisa dijadikan titik awal.
| Bagian | Isi Utama |
|---|---|
| Cover | Nama startup dan tagline singkat |
| Problem | Masalah yang dialami pelanggan |
| Solution | Solusi atau produk yang ditawarkan |
| Market | Target dan peluang pasar |
| Business Model | Cara startup menghasilkan pendapatan |
| Traction | Data perkembangan startup |
| Competition | Kompetitor dan posisi startup |
| Go-to-Market | Strategi mendapatkan pelanggan |
| Team | Founder dan anggota utama |
| Financials | Kondisi dan proyeksi keuangan |
| Funding Ask | Jumlah dana dan penggunaannya |
| Closing | Pesan penutup dan kontak |
Struktur tersebut tidak harus diikuti secara kaku. Beberapa startup mungkin membutuhkan slide tambahan, sedangkan startup lain justru bisa menyampaikan cerita dengan lebih sedikit slide.
Latihan Presentasi Sebelum Bertemu Investor
Pitch deck yang bagus tetap membutuhkan cara penyampaian yang bagus. Jangan hanya mengirim file presentasi dan berharap semua informasi akan dipahami sendiri.
Latih presentasi dengan teman, mentor, rekan founder, atau orang yang tidak terlalu memahami bisnis kamu. Justru orang yang belum mengenal bisnis dapat membantu menemukan bagian yang masih membingungkan.
Catat pertanyaan yang sering muncul. Kalau banyak orang menanyakan hal yang sama, mungkin bagian tersebut perlu diperjelas dalam pitch deck atau cara penyampaian kamu.
Sesuaikan Pitch Deck dengan Audiens
Jangan menggunakan satu pitch deck untuk semua situasi tanpa melakukan penyesuaian. Investor dari sektor teknologi mungkin memiliki perhatian yang berbeda dengan investor yang fokus pada consumer goods atau layanan keuangan.
Informasi inti bisnis tetap sama, tetapi penekanan dapat disesuaikan. Hal ini membuat presentasi terasa lebih relevan dan menunjukkan bahwa founder memahami siapa audiensnya.
Pitch Deck untuk Startup
Membuat pitch deck untuk startup bukan sekadar menyusun slide yang terlihat profesional. Hal yang jauh lebih penting adalah bagaimana presentasi tersebut mampu menceritakan bisnis secara runtut dan mudah dipahami.
Cara membuat pitch deck untuk startup bisa dimulai dengan menentukan tujuan presentasi, menjelaskan masalah, menawarkan solusi, menentukan target pasar, menunjukkan peluang bisnis, menjelaskan model pendapatan, menampilkan traction, membahas kompetitor, memperkenalkan tim, menyajikan kondisi keuangan, hingga menjelaskan kebutuhan pendanaan.
Jangan merasa harus memasukkan semua informasi ke dalam satu presentasi. Pilih data yang paling penting dan gunakan setiap slide untuk menyampaikan satu pesan utama. Semakin sederhana cerita bisnis yang kamu sampaikan, semakin mudah audiens memahami apa yang sedang kamu bangun.
Pada akhirnya, pitch deck hanyalah alat bantu. Yang tetap menjadi inti adalah bisnis itu sendiri, masalah yang ingin diselesaikan, pelanggan yang dilayani, kemampuan tim dalam mengeksekusi rencana, dan bukti bahwa solusi tersebut memiliki peluang untuk berkembang.
FAQ Seputar Pitch Deck Startup
Apa itu pitch deck?
Pitch deck adalah presentasi singkat yang digunakan startup untuk menjelaskan bisnis kepada investor, partner, mentor, atau pihak lain. Isinya biasanya mencakup masalah, solusi, pasar, model bisnis, traction, tim, keuangan, dan kebutuhan pendanaan.
Berapa slide yang ideal untuk pitch deck?
Tidak ada jumlah slide yang wajib untuk semua startup. Yang lebih penting adalah setiap slide memiliki fungsi yang jelas dan keseluruhan presentasi dapat menyampaikan cerita bisnis secara ringkas tanpa informasi yang berlebihan.
Apakah startup tahap awal tetap membutuhkan pitch deck?
Bisa. Startup tahap awal dapat menggunakan pitch deck untuk menjelaskan masalah, solusi, target pasar, model bisnis, rencana pengembangan, tim, dan kebutuhan modal meskipun belum memiliki banyak data traction.
Apa saja isi pitch deck untuk investor?
Isi dapat berbeda tergantung startup, tetapi umumnya mencakup problem, solution, market, business model, traction, competition, strategi mendapatkan pelanggan, team, financials, funding ask, dan closing.
Apakah desain pitch deck harus sangat menarik?
Desain yang rapi tentu membantu, tetapi desain bukan tujuan utama. Informasi harus tetap mudah dibaca dan dipahami. Pitch deck dengan desain sederhana tetapi memiliki cerita bisnis yang jelas dapat lebih efektif daripada slide yang sangat ramai namun sulit dipahami.
Apa kesalahan terbesar saat membuat pitch deck?
Beberapa kesalahan yang sering terjadi adalah terlalu banyak teks, data yang tidak jelas sumbernya, proyeksi yang tidak realistis, tidak menjelaskan kompetitor, serta tidak menjelaskan dengan jelas bagaimana startup mendapatkan pelanggan dan menghasilkan pendapatan.
