Brkmakassar.com – Membeli motor bekas bisa menjadi pilihan menarik untuk pemula yang ingin memiliki kendaraan pribadi dengan budget lebih terjangkau. Dibandingkan membeli motor baru, motor bekas biasanya menawarkan harga yang lebih rendah sehingga sisa dana bisa digunakan untuk kebutuhan lain seperti servis awal, pajak, perlengkapan berkendara, atau biaya administrasi.
Namun, membeli motor bekas tidak cukup hanya melihat tampilan bodi dan mendengar mesin menyala. Motor yang terlihat mulus belum tentu kondisinya benar-benar bagus. Begitu juga sebaliknya, motor dengan beberapa goresan kecil belum tentu memiliki masalah serius.
Bagi pemula, proses memilih motor bekas memang bisa terasa membingungkan. Ada banyak hal yang perlu diperiksa, mulai dari surat-surat, kondisi mesin, rangka, kaki-kaki, kelistrikan, ban, rem, sampai riwayat perawatan.
Supaya tidak asal membeli, berikut beberapa tips membeli motor bekas untuk pemula yang bisa kamu gunakan sebagai panduan sebelum mengeluarkan uang. 
Tentukan Budget Sejak Awal
Langkah pertama sebelum mencari motor bekas adalah menentukan budget. Jangan hanya menghitung uang yang akan digunakan untuk membeli motor, tetapi siapkan juga dana tambahan untuk kebutuhan setelah transaksi.
Misalnya, setelah membeli motor ternyata oli perlu diganti, ban sudah tipis, aki melemah, atau rem membutuhkan perawatan. Jika seluruh budget habis untuk membeli motor, kamu bisa kesulitan menangani kebutuhan tersebut.
- Harga motor.
- Biaya administrasi atau proses dokumen jika ada.
- Servis awal.
- Penggantian oli dan cairan yang diperlukan.
- Perawatan komponen yang sudah aus.
- Perlengkapan berkendara.
- Dana cadangan untuk masalah yang baru diketahui setelah pembelian.
Dengan begitu, budget menjadi lebih realistis dan kamu tidak tergoda membeli motor yang sebenarnya berada di luar kemampuan.
Pilih Jenis Motor Sesuai Kebutuhan
Jangan membeli motor hanya karena modelnya terlihat menarik. Pikirkan bagaimana motor tersebut akan digunakan sehari-hari.
Kalau motor digunakan untuk perjalanan dalam kota, skuter matik mungkin terasa praktis. Jika membutuhkan motor untuk perjalanan lebih jauh atau menginginkan karakter berkendara tertentu, jenis motor lain bisa dipertimbangkan.
Pertimbangkan juga tinggi badan, posisi duduk, berat motor, kapasitas mesin, konsumsi bahan bakar, ketersediaan suku cadang, serta biaya perawatan.
Jangan Terlalu Terpaku pada Tahun Motor
Banyak pemula menganggap motor dengan tahun lebih muda otomatis lebih bagus. Padahal, kondisi dan riwayat perawatan juga sangat penting.
Motor yang lebih tua tetapi dirawat dengan baik bisa saja memiliki kondisi yang lebih terjaga dibandingkan motor yang lebih muda tetapi jarang dirawat.
Karena itu, tahun produksi sebaiknya menjadi salah satu pertimbangan, bukan satu-satunya faktor penentu.
Periksa Kelengkapan Surat-Surat
Bagian ini jangan sampai dilewatkan. Sebelum membayar motor bekas, periksa dokumen kendaraan dengan teliti dan pastikan identitas pada dokumen sesuai dengan kendaraan yang dilihat.
- Periksa STNK.
- Periksa BPKB.
- Cocokkan nomor rangka.
- Cocokkan nomor mesin.
- Periksa kesesuaian identitas kendaraan.
- Perhatikan status pajak dan kewajiban kendaraan.
Jika ada ketidaksesuaian data, jangan menganggapnya sebagai masalah kecil. Tanyakan dan pastikan statusnya sebelum melanjutkan transaksi.
Cek Nomor Rangka dan Nomor Mesin
Nomor rangka dan nomor mesin perlu dicocokkan dengan dokumen kendaraan. Jangan hanya melihat angka sekilas.
Perhatikan apakah nomor terlihat normal atau justru memiliki tanda-tanda yang mencurigakan seperti perubahan bentuk, bekas pengerjaan, atau kondisi area nomor yang tidak wajar.
Jika kamu merasa kurang yakin, ajak orang yang lebih berpengalaman atau minta bantuan pihak yang kompeten untuk memeriksanya.
Cek Kondisi Mesin Saat Dingin
Salah satu trik yang cukup berguna saat membeli motor bekas adalah meminta melihat kondisi motor ketika mesin masih dingin.
Jika mesin sudah dipanaskan sebelum kamu datang, kamu bisa kehilangan kesempatan untuk mengetahui bagaimana karakter mesin ketika pertama kali dinyalakan.
Mintalah penjual menyalakan mesin dalam kondisi normal. Perhatikan suara mesin, respons ketika gas dibuka, serta apakah ada gejala yang tidak biasa.
Jangan langsung mengambil kesimpulan hanya dari suara mesin. Jika tidak memiliki pengalaman mekanik, lebih aman meminta mekanik yang dipercaya untuk melakukan pemeriksaan.
Perhatikan Suara Mesin
Mesin yang sehat biasanya bekerja dengan suara yang relatif stabil sesuai karakter mesinnya. Suara aneh seperti ketukan keras, bunyi gesekan, atau suara yang berubah drastis ketika putaran mesin naik perlu diperhatikan.
Namun, suara mesin tidak bisa dijadikan satu-satunya dasar untuk menentukan kondisi motor. Beberapa masalah membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut.
Cek Asap dari Knalpot
Perhatikan kondisi gas buang ketika mesin hidup. Asap yang tidak biasa, terutama jika muncul terus-menerus, bisa menjadi tanda bahwa mesin membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut.
Jangan langsung menyimpulkan kerusakan hanya dari satu gejala. Amati juga suara mesin, respons gas, kebocoran, dan kondisi lainnya.
Periksa Kebocoran Oli atau Cairan
Lihat area sekitar mesin dan bagian bawah motor. Periksa apakah ada bekas cairan yang menetes atau area yang terlihat terlalu basah karena kebocoran.
Bekas rembesan kecil pun sebaiknya ditanyakan kepada penjual. Bisa saja hanya membutuhkan penggantian seal, tetapi bisa juga menunjukkan masalah yang perlu diperiksa lebih lanjut.
Periksa Kondisi Rangka
Rangka merupakan bagian penting yang tidak boleh dilewatkan. Perhatikan apakah terdapat tanda-tanda bekas benturan berat, perubahan bentuk, retakan, atau bekas pengerjaan yang tidak wajar.
Motor yang pernah jatuh ringan tentu berbeda dengan kendaraan yang pernah mengalami benturan berat. Karena itu, pemeriksaan rangka penting dilakukan, terutama jika kondisi motor terlihat tidak simetris.
Cek Kaki-Kaki Motor
Kaki-kaki berpengaruh terhadap kenyamanan dan keamanan berkendara. Periksa kondisi suspensi depan dan belakang, velg, ban, serta komponen terkait lainnya.
- Periksa apakah suspensi mengalami kebocoran.
- Periksa kondisi tabung atau shock absorber.
- Periksa velg dari kerusakan atau bentuk yang tidak wajar.
- Periksa ketebalan dan kondisi ban.
- Perhatikan apakah motor terasa stabil ketika dikendarai.
Periksa Sistem Rem
Rem merupakan komponen keselamatan utama. Jangan sampai terlalu fokus pada mesin tetapi lupa memeriksa rem.
Periksa respons tuas rem, kondisi kampas jika bisa dilihat, cakram, serta sistem pengereman lainnya. Ketika melakukan test ride, rasakan apakah pengereman terasa normal dan motor tetap stabil.
Cek Kelistrikan Motor
Untuk motor bekas, sistem kelistrikan juga perlu diperiksa. Jangan hanya memastikan lampu utama menyala.
- Lampu depan.
- Lampu belakang.
- Lampu rem.
- Lampu sein.
- Klakson.
- Panel instrumen.
- Starter elektrik jika tersedia.
- Komponen kelistrikan lain sesuai model motor.
Jika ada aksesori tambahan seperti lampu atau perangkat kelistrikan nonstandar, perhatikan juga kualitas pemasangannya.
Periksa Kondisi Aki
Aki bisa menjadi salah satu komponen yang perlu diganti pada motor bekas. Periksa apakah starter elektrik bekerja dengan baik dan apakah sistem kelistrikan terlihat normal.
Kalau motor sulit dinyalakan menggunakan starter elektrik, jangan langsung menyimpulkan aki rusak. Masalah bisa berasal dari komponen lain. Pemeriksaan lebih lanjut diperlukan untuk mengetahui penyebabnya.
Jangan Abaikan Kondisi Ban
Ban merupakan komponen yang langsung berhubungan dengan permukaan jalan. Periksa kondisi tapak, keausan, retakan, dan usia ban jika informasinya tersedia.
Jika ban sudah mendekati batas pemakaian atau kondisinya tidak layak, masukkan biaya penggantian ke dalam perhitungan budget.
Cek Kondisi CVT untuk Motor Matik
Jika kamu membeli motor matik, jangan lupa memperhatikan sistem CVT. Ketika melakukan test ride, rasakan apakah akselerasi terasa normal atau justru muncul getaran, suara, atau respons yang tidak biasa.
CVT terdiri dari beberapa komponen yang bisa mengalami keausan. Karena itu, pemeriksaan lebih detail oleh mekanik bisa sangat membantu sebelum transaksi.
Cek Kopling dan Perpindahan Gigi untuk Motor Manual
Untuk motor manual, perhatikan respons kopling dan perpindahan gigi. Pastikan perpindahan gigi dapat dilakukan dengan normal dan tidak muncul gejala yang terasa tidak wajar.
Ketika test ride, gunakan beberapa tingkat gigi untuk merasakan respons motor. Jika kamu belum terbiasa menguji motor manual, ajak teman yang lebih berpengalaman.
Periksa Bekas Jatuh atau Kecelakaan
Motor yang pernah terjatuh tidak otomatis berarti tidak layak dibeli. Yang perlu diperhatikan adalah seberapa berat kejadian tersebut dan apakah ada komponen penting yang terdampak.
Perhatikan ujung stang, tuas, footstep, bodi, spion, knalpot, velg, dan bagian lain yang biasanya terkena benturan ketika motor jatuh.
Jika ada banyak bagian yang baru dicat atau diganti, tanyakan alasan penggantiannya. Jawaban penjual dapat menjadi salah satu informasi tambahan untuk memahami riwayat motor.
Jangan Terlalu Terpukau dengan Bodi yang Mulus
Motor dengan bodi mengkilap memang menarik. Tetapi jangan sampai penampilan membuat kamu lupa memeriksa mesin dan dokumen.
Bodi yang baru dicat bisa terlihat sangat bagus, tetapi belum tentu menggambarkan kondisi keseluruhan motor. Sebaliknya, goresan kecil pada bodi bukan berarti mesinnya bermasalah.
Gunakan tampilan sebagai salah satu pertimbangan saja. Kondisi mekanis, kelengkapan dokumen, dan riwayat perawatan tetap perlu diperhatikan.
Tanyakan Riwayat Servis
Jika penjual memiliki catatan servis, mintalah untuk melihatnya. Riwayat perawatan dapat membantu kamu mengetahui bagaimana motor tersebut dirawat selama digunakan.
Tanyakan kapan terakhir kali oli diganti, apakah pernah ada komponen besar yang diganti, serta apakah motor pernah mengalami masalah serius.
Jangan hanya bertanya “motornya pernah rusak atau tidak?” karena jawaban tersebut bisa terlalu umum. Pertanyaan yang lebih spesifik biasanya memberikan informasi lebih berguna.
Lakukan Test Ride Jika Memungkinkan
Test ride bisa memberikan gambaran yang tidak selalu terlihat ketika motor hanya diam di garasi. Namun, lakukan dengan aman dan sesuai izin serta kondisi transaksi.
Perhatikan akselerasi, pengereman, handling, getaran, suara, perpindahan gigi, respons gas, dan kenyamanan posisi berkendara.
Jangan menguji motor secara agresif. Tujuannya adalah mengetahui kondisi umum kendaraan, bukan mencoba batas performanya.
Ajak Mekanik atau Teman yang Paham Motor
Kalau kamu benar-benar pemula, ini salah satu tips yang paling berguna. Ajak teman yang memahami motor atau gunakan jasa pemeriksaan dari mekanik yang tepercaya.
Biaya pemeriksaan mungkin terasa seperti pengeluaran tambahan. Namun, pemeriksaan sebelum membeli dapat membantu menemukan masalah yang tidak terlihat oleh mata awam.
Jangan merasa gengsi karena harus meminta bantuan. Justru, mengakui bahwa kamu belum memahami semua bagian motor adalah langkah yang bijak ketika membeli kendaraan bekas.
Bandingkan Harga dengan Beberapa Penjual
Jangan langsung membeli motor bekas pertama yang kamu lihat. Cari beberapa unit dengan model dan tahun yang kurang lebih sama, kemudian bandingkan kondisinya.
Harga yang terlalu murah perlu ditanyakan alasannya. Bukan berarti pasti bermasalah, tetapi kamu perlu memahami apakah harga tersebut disebabkan kondisi motor, kebutuhan penjual, kelengkapan dokumen, atau faktor lainnya.
Hati-Hati dengan Harga yang Terlalu Murah
Harga murah memang menggoda, terutama bagi pemula dengan budget terbatas. Tetapi jangan langsung menganggap harga paling rendah sebagai pilihan paling menguntungkan.
Hitung juga biaya yang mungkin muncul setelah pembelian. Motor murah tetapi membutuhkan banyak perbaikan bisa membuat total pengeluaran menjadi lebih besar.
Perhatikan Status Pajak Kendaraan
Sebelum transaksi, tanyakan kondisi pajak kendaraan dan kewajiban lain yang terkait. Jangan hanya berfokus pada harga jual.
Jika ada kewajiban yang belum diselesaikan, pastikan kamu memahami siapa yang bertanggung jawab dan bagaimana proses penyelesaiannya sebelum pembayaran dilakukan.
Pastikan Proses Transaksi Jelas
Hindari transaksi yang terlalu terburu-buru. Pastikan identitas penjual jelas, kendaraan dapat diperiksa, dokumen dapat ditunjukkan, dan kesepakatan harga dipahami kedua pihak.
Jika penjual terus mendesak agar kamu segera transfer uang sebelum motor diperiksa, sebaiknya lebih berhati-hati.
Red Flag yang Perlu Diwaspadai
Ada beberapa kondisi yang sebaiknya membuat kamu lebih berhati-hati sebelum melanjutkan transaksi.
- Penjual tidak mau menunjukkan dokumen kendaraan.
- Nomor rangka atau mesin tidak sesuai dengan dokumen.
- Harga jauh di bawah harga pasar tanpa penjelasan yang masuk akal.
- Penjual tidak mengizinkan pemeriksaan motor secara wajar.
- Motor sulit dinyalakan dan penjual memberikan alasan yang tidak jelas.
- Banyak bagian penting baru dicat atau diganti tanpa penjelasan.
- Penjual memaksa pembayaran dengan sangat cepat.
- Riwayat kepemilikan atau servis sulit dijelaskan.
Kalau menemukan beberapa tanda sekaligus, jangan takut untuk membatalkan rencana membeli dan mencari unit lain.
Jangan Lupa Hitung Biaya Setelah Membeli
Setelah mendapatkan motor bekas, sebaiknya jangan langsung menganggap semua urusan selesai. Ada baiknya melakukan pemeriksaan dan servis awal untuk mengetahui kondisi sebenarnya.
Komponen yang perlu diperiksa bisa berbeda tergantung model dan kondisi motor, tetapi secara umum kamu bisa berkonsultasi dengan mekanik mengenai oli, rem, ban, aki, sistem penggerak, filter, dan komponen lain yang memiliki jadwal perawatan.
Pertanyaan yang Sering Ditanyakan
Apakah membeli motor bekas cocok untuk pemula?
Bisa. Motor bekas dapat menjadi pilihan bagi pemula selama proses pembelian dilakukan dengan hati-hati. Pemeriksaan kondisi motor dan dokumen sangat penting agar tidak membeli kendaraan yang memiliki masalah besar.
Apa yang paling penting diperiksa saat membeli motor bekas?
Periksa dokumen, nomor rangka dan mesin, kondisi mesin, rangka, kaki-kaki, rem, kelistrikan, serta riwayat perawatan. Jika tidak yakin, gunakan bantuan mekanik atau orang yang berpengalaman.
Apakah motor bekas yang bodinya mulus pasti bagus?
Belum tentu. Tampilan luar tidak selalu menggambarkan kondisi mesin, rangka, kelistrikan, dan komponen lainnya. Karena itu, pemeriksaan menyeluruh tetap diperlukan.
Apakah sebaiknya membawa mekanik saat membeli motor bekas?
Jika kamu belum memahami kondisi mekanis motor, membawa mekanik atau teman yang berpengalaman sangat membantu. Mereka dapat membantu menemukan masalah yang mungkin tidak terlihat oleh pemula.
Apakah harga motor bekas yang murah selalu menguntungkan?
Tidak selalu. Motor dengan harga pembelian rendah tetapi membutuhkan banyak perbaikan bisa membuat total biaya menjadi lebih besar. Karena itu, hitung harga pembelian sekaligus kemungkinan biaya servis dan penggantian komponen.
Beli Motor Bekas Aman
Membeli motor bekas untuk pertama kali memang membutuhkan ketelitian. Jangan terburu-buru hanya karena menemukan unit dengan harga menarik atau tampilan yang terlihat sangat bagus.
Mulailah dengan menentukan budget, memilih motor sesuai kebutuhan, memeriksa dokumen, mencocokkan nomor rangka dan mesin, mengecek kondisi mesin, rangka, kaki-kaki, rem, kelistrikan, serta melakukan test ride jika memungkinkan.
Kalau kamu masih pemula dan kurang memahami motor, tidak ada salahnya meminta bantuan mekanik atau teman yang lebih berpengalaman. Sedikit biaya untuk pemeriksaan bisa membantu kamu mengambil keputusan dengan lebih tenang.
Intinya, jangan membeli motor bekas hanya berdasarkan harga dan penampilan. Cari tahu kondisi sebenarnya, periksa dokumen dengan teliti, dan sisakan dana untuk servis setelah pembelian. Dengan cara tersebut, peluang mendapatkan motor yang sesuai kebutuhan dan budget akan menjadi lebih baik. (*)
