Brkmakassar – Timnas Indonesia akan menghadapi Thailand dalam pertandingan final FIFA ASEAN Cup 2026. Laga perebutan gelar juara tersebut dijadwalkan berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, pada Senin (5/10/2026) malam.
Pertandingan ini menjadi kesempatan bagi skuad Garuda untuk mengakhiri turnamen dengan gelar juara. Indonesia melaju ke final setelah mengalahkan Bangladesh dengan skor telak 9-2 pada pertandingan terakhir Grup A, Kamis (1/10/2026).
Bagi suporter yang tidak bisa hadir langsung ke stadion, pertandingan Indonesia melawan Thailand dapat disaksikan melalui siaran televisi dan layanan streaming. Berdasarkan informasi jadwal yang dipublikasikan sejumlah media, pertandingan dijadwalkan mulai pukul 20.00 WIB. Vidio juga menyediakan halaman khusus untuk tayangan FIFA ASEAN Cup 2026.

Final Indonesia Vs Thailand tayang di TV apa?
Final FIFA ASEAN Cup 2026 antara Indonesia dan Thailand dapat ditonton melalui siaran langsung Indosiar dan SCTV. Sejumlah laporan jadwal juga mencantumkan Moji dan Nex sebagai saluran yang menayangkan pertandingan turnamen ini.
Selain melalui televisi, penonton bisa mengikuti pertandingan secara daring melalui layanan streaming Vidio. Sejumlah laporan terbaru turut menyebut kanal YouTube RANS Entertainment sebagai pilihan untuk menyaksikan pertandingan secara online.
Meski demikian, penonton sebaiknya memeriksa jadwal tayang pada masing-masing saluran atau platform menjelang pertandingan. Ketersediaan siaran dapat mengikuti pengaturan pemegang hak siar dan jadwal resmi yang berlaku.
Berikut rangkuman jadwal final Indonesia melawan Thailand:
- Pertandingan: Indonesia vs Thailand
- Kompetisi: Final FIFA ASEAN Cup 2026
- Hari, tanggal: Senin, 5 Oktober 2026
- Waktu: Pukul 20.00 WIB
- Stadion: Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta
- Siaran televisi: Indosiar dan SCTV; laporan lain juga mencantumkan Moji dan Nex
- Streaming: Vidio; sejumlah laporan juga mencantumkan YouTube RANS Entertainment
Indonesia lolos ke final setelah menang 9-2 atas Bangladesh
Indonesia memastikan tempat di partai puncak setelah menutup fase grup dengan kemenangan besar atas Bangladesh. Dalam pertandingan di SUGBK pada Kamis (1/10/2026), skuad asuhan John Herdman menang dengan skor 9-2.
Mitchell Baker menjadi pemain yang paling banyak mendapat sorotan setelah memborong lima gol. Ia mencetak gol pada menit ke-11, ke-20, ke-37, ke-42, dan masa tambahan waktu babak kedua.
Empat gol Indonesia lainnya dicetak oleh Rizky Ridho, Justin Hubner, Luke Vickery, dan Kevin Diks. Produktivitas gol tersebut membantu Indonesia mengakhiri persaingan Grup A di posisi teratas dan mengamankan tiket ke final.
Perjalanan Indonesia di fase grup tidak sepenuhnya berjalan mulus. Garuda harus melewati pertandingan ketat, termasuk hasil imbang tanpa gol melawan Malaysia. Kemenangan atas Singapura dan Bangladesh kemudian menjadi bagian penting dari upaya Indonesia mengamankan posisi di puncak klasemen.
Keberhasilan melaju ke final menjadi agenda penting bagi Herdman, yang sedang membangun kerja sama di dalam skuad. Ia menyatakan para pemain masih membutuhkan waktu untuk membentuk chemistry karena masa latihan bersama mereka relatif singkat.
John Herdman antusias menghadapi Anthony Hudson
Menjelang final, Herdman mengaku antusias menghadapi Thailand yang ditangani Anthony Hudson. Kedua pelatih memiliki pengalaman dalam lingkungan sepak bola internasional dan pernah berada di lingkup persaingan sepak bola Amerika Utara.
Dalam konferensi pers setelah kemenangan atas Bangladesh, Herdman mengatakan dirinya tidak sabar bertemu Hudson di area teknis. Ia menyebut Hudson mengetahui cara bermainnya karena pernah mempelajari tim Kanada ketika menghadapi Amerika Serikat.
Herdman juga menyampaikan bahwa pertandingan tersebut akan menjadi kesempatan bagi kedua pelatih untuk beradu strategi. Ia menilai pertemuan itu menarik karena keduanya berasal dari Inggris dan kini menangani tim nasional di Asia Tenggara.
Hudson menangani Thailand sejak Oktober 2025. Sebelum mengambil pekerjaan tersebut, ia pernah menjadi bagian dari staf kepelatihan tim nasional Amerika Serikat ketika Gregg Berhalter menjabat sebagai pelatih kepala pada periode Juli 2020 hingga Januari 2023.
Sementara itu, Herdman memiliki pengalaman melatih tim nasional Kanada. Dalam periode ketika Kanada dan Amerika Serikat berhadapan, tim asuhannya mencatat satu kemenangan, satu hasil imbang, dan satu kekalahan dalam tiga pertandingan yang disebutnya saat konferensi pers.
Pertemuan kedua pelatih di final membuat duel Indonesia melawan Thailand tidak hanya menjadi persaingan antarpemain, tetapi juga adu pendekatan taktik. Meski begitu, hasil pertandingan tetap akan ditentukan oleh performa kedua tim selama laga berlangsung.
Herdman sebut chemistry tim masih berkembang
Herdman turut menjelaskan bahwa skuad Indonesia masih berada dalam proses membangun kekompakan. Menurutnya, para pemain baru menjalani enam sesi latihan bersama sehingga hubungan permainan di lapangan belum sepenuhnya terbentuk.
Pelatih berusia 51 tahun tersebut mengatakan perkembangan tim membutuhkan waktu dan tidak bisa dinilai hanya dari satu pertandingan. Ia merujuk pengalamannya ketika membawa tim meraih dua medali Olimpiade sebagai gambaran bahwa sebuah tim harus melalui proses untuk membangun chemistry.
Herdman juga melihat perkembangan Indonesia dalam dua pertandingan terakhir fase grup. Ia menilai laga melawan Singapura memperlihatkan perjuangan tim untuk menjaga gawang agar tidak kebobolan, sedangkan pertandingan melawan Bangladesh menunjukkan kemampuan skuad untuk menghasilkan banyak gol.
Kemenangan 9-2 atas Bangladesh memang memberikan catatan produktivitas yang menonjol. Namun, menghadapi Thailand di final akan menghadirkan tantangan berbeda karena pertandingan tersebut menjadi penentuan gelar juara. Indonesia perlu menjaga keseimbangan antara membangun serangan dan mengantisipasi tekanan lawan.
Dukungan suporter menjadi perhatian Herdman
Selain membahas persiapan tim, Herdman menyampaikan apresiasi kepada suporter yang hadir di SUGBK ketika Indonesia menghadapi Bangladesh. Dukungan dari tribun, menurutnya, memberi energi tambahan bagi pemain ketika berusaha menyelesaikan pertandingan.
Ia juga menanggapi suporter yang meneriakkan namanya setelah laga. Herdman menegaskan bahwa fokus utamanya masih tertuju pada misi jangka panjang bersama Timnas Indonesia, yakni target menuju Piala Dunia 2030.
Menurut Herdman, keberhasilan mencapai final merupakan satu langkah dalam proses yang lebih besar. Karena itu, ia meminta pencapaian tersebut dipandang sebagai bagian dari perjalanan tim, bukan akhir dari target yang ingin diraih.
Final melawan Thailand menjadi ujian berikutnya bagi Indonesia. Selain berpeluang merebut gelar FIFA ASEAN Cup 2026, pertandingan tersebut akan memberi gambaran lebih jauh tentang perkembangan kerja sama pemain di bawah arahan Herdman.
Suporter yang ingin mengikuti laga dapat menyiapkan pilihan tontonan melalui televisi maupun layanan streaming. Jadwal yang dipublikasikan saat ini mencantumkan kick-off pada Senin (5/10/2026) pukul 20.00 WIB di SUGBK, dengan Indosiar, SCTV, dan Vidio sebagai pilihan utama yang disebut dalam informasi siaran pertandingan.(*)
