BRKMAKASSAR.COMBRKMAKASSAR.COMBRKMAKASSAR.COM
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
    • Nasional
    • Internasional
    • Makassar
    • Sulsel
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Keuangan
  • Lifestyle
    • Hiburan
    • Kesehatan
    • Travel
  • Oto
  • Sport
    • Sepakbola
    • Balap
  • Tekno
    • Gadget
    • Gaming
    • Tips dan Trik
Reading: Google Perketat Pemasangan APK di Android, Indonesia Masuk Gelombang Pertama
Share
BRKMAKASSAR.COMBRKMAKASSAR.COM
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Ekonomi
  • Lifestyle
  • Oto
  • Sport
  • Tekno
Search
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • UU Pers
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
Follow US
Google Perketat Pemasangan APK di Android
BeritaGadgetTekno

Google Perketat Pemasangan APK di Android, Indonesia Masuk Gelombang Pertama

kang nulis
Last updated: Oktober 5, 2026 9:22 am
kang nulis Published Oktober 5, 2026
Share
SHARE

Brkmakassar.com – Google resmi mulai memperketat pemasangan aplikasi Android dari luar toko resmi atau yang dikenal sebagai sideloading. Indonesia termasuk wilayah pertama yang terkena aturan ini sejak Rabu (30/9/2026), bersama Brasil, Singapura, dan Thailand.

Inti Artikel
Alasan Google: Memutus Anonimitas Pelaku KejahatanSideloading Tidak Dihapus, tetapi Ada Masa TungguPengguna Aplikasi Modifikasi Paling TerdampakAkun Gratis untuk Pelajar dan Penghobi

Pembatasan berlaku pada ponsel Android bersertifikat Google yang menjalankan Android 7 atau versi yang lebih baru.

Aturan tersebut bersandar pada program verifikasi pengembang Android (Android developer verification). Melalui program ini, setiap aplikasi wajib terdaftar atas nama pengembang yang identitasnya telah diperiksa Google. Aplikasi dari pengembang yang belum terdaftar tidak lagi bisa dipasang lewat jalur biasa.

Pada tahap awal ini, verifikasi menyasar aplikasi yang dipasang dari tujuh toko aplikasi:

  • Google Play
  • Galaxy Store milik Samsung
  • GetApps milik Xiaomi
  • Oppo App Market
  • V-Appstore milik vivo
  • Honor App Market
  • Palm Store milik Transsion

Cakupannya akan terus melebar. Google menyatakan aturan ini nantinya diperluas ke seluruh toko aplikasi pihak ketiga. Mulai 2027, ketentuan serupa berlaku secara global untuk semua aplikasi di perangkat Android bersertifikat.

Pemeriksaan dilakukan oleh layanan sistem bernama Android Developer Verifier. Layanan ini terpasang otomatis di sebagian besar ponsel Android sejak Juni lalu, dan bertugas memastikan aplikasi yang hendak dipasang berasal dari pengembang terdaftar.

Google Perketat Pemasangan APK di Android

Alasan Google: Memutus Anonimitas Pelaku Kejahatan

Google beralasan, kebijakan ini dibuat agar pelaku kejahatan tidak lagi leluasa menyebarkan aplikasi berbahaya sambil bersembunyi di balik anonimitas. Perusahaan juga mengutip survei yang menyebut 57 persen orang dewasa pernah menjadi korban penipuan dalam setahun terakhir. Total kerugian secara global disebut mencapai 442 miliar dollar AS, atau sekitar Rp 7.956 triliun.

Baca Juga  Cara Upgrade OS Android Paling Aman Tanpa Hilang Data Update 2026

Sideloading Tidak Dihapus, tetapi Ada Masa Tunggu

Meski diperketat, sideloading tidak dihilangkan. Google menyediakan dua jalur resmi untuk memasang aplikasi dari pengembang yang belum terverifikasi.

Jalur pertama memakai Android Debug Bridge (ADB), perangkat berbasis perintah teks yang lazim digunakan programer melalui komputer. Jalur kedua adalah advanced flow atau jalur lanjutan, yang sudah meluncur secara global sejak Agustus lalu. Jalur ini ditujukan bagi pengguna yang paham teknis (power user) dan cukup dijalani satu kali saja.

Tahapan advanced flow adalah sebagai berikut:

  1. Aktifkan Opsi Pengembang (developer mode) di menu pengaturan.
  2. Jawab pemeriksaan singkat yang memastikan tidak ada pihak lain yang sedang mengarahkan Anda untuk mematikan fitur keamanan.
  3. Mulai ulang ponsel, lalu masuk kembali dengan autentikasi.
  4. Tunggu satu hari, kemudian konfirmasi melalui sidik jari, pemindai wajah, atau PIN.
  5. Pilih izin pemasangan, apakah berlaku tujuh hari atau tanpa batas waktu.

Setelah semua langkah selesai, aplikasi dari pengembang yang belum terverifikasi dapat dipasang. Peringatan tentang status pengembang tetap tampil, tetapi pengguna cukup mengetuk tombol “Install Anyway”.

Menurut Google, prosedur berlapis ini sengaja dirancang untuk menggagalkan penipuan lewat telepon. Dalam modus tersebut, pelaku biasanya menakut-nakuti korban, lalu memandunya mematikan perlindungan keamanan sambil terus menelepon. Mulai ulang ponsel akan memutus panggilan serta akses jarak jauh yang mungkin dipakai pelaku.

Matthew Forsythe, Director Product Management Android App Safety Google, menjelaskan hal serupa di blog resmi Android Developers. Menurutnya, penipu mengandalkan rasa terdesak yang sengaja diciptakan, sehingga jeda ini mematahkan pengaruh mereka dan memberi pengguna waktu untuk berpikir.

Pengguna Aplikasi Modifikasi Paling Terdampak

Pihak yang paling merasakan dampaknya adalah pengguna aplikasi modifikasi, misalnya ReVanced dan Morphe. Keduanya biasa dipakai untuk mengubah aplikasi lain langsung di ponsel.

Baca Juga  iPhone 17e Meluncur Februari 2026 dengan Chip A19 dan Fitur MagSafe

Aplikasi hasil modifikasi itu ditandatangani ulang dengan kunci digital baru. Akibatnya, sistem Google menggolongkannya sebagai aplikasi tidak terverifikasi, sehingga pemasangannya diblokir.

Selain advanced flow dan ADB, komunitas pengguna juga memakai Shizuku. Aplikasi ini memanfaatkan fitur Wireless Debugging bawaan Android. Pemasangan lewat Shizuku berjalan di level ADB, tetapi tanpa komputer dan tanpa masa tunggu 24 jam.

Pengguna advanced flow juga dapat mematikan kembali Opsi Pengembang setelah memilih izin tanpa batas waktu, sementara izin pemasangan tetap aktif di latar belakang. Dengan begitu, aplikasi sensitif seperti mobile banking tetap bisa dipakai tanpa memunculkan peringatan keamanan.

Akun Gratis untuk Pelajar dan Penghobi

Dari sisi pengembang, Google menyiapkan akun distribusi terbatas bagi pelajar, pengajar, dan penghobi. Akun ini gratis dan tidak memerlukan kartu identitas resmi dari pemerintah. Batasannya, aplikasi hanya bisa dibagikan ke maksimal 20 perangkat.

Pengembang yang menyebarkan aplikasi hanya di luar Google Play dapat mendaftar lewat Android Developer Console. Sementara itu, untuk aplikasi yang sudah ada di Google Play, Google menyebut lebih dari 99 persen telah terdaftar secara otomatis. (*)

You Might Also Like

Singapura Resmikan H2RC, Pusat Robot Humanoid untuk Keselamatan Publik

Memori HP Cepat Penuh? Bisa Jadi Gara-gara Fitur Download Otomatis WhatsApp, Begini Cara Mematikannya

Pentagon Tunjuk Elon Musk Pimpin Studi Perang Masa Depan hingga 2050

5 HP Baru yang Siap Rilis Oktober 2026, Ada Oppo F35 hingga HP Lipat Vivo

Jadwal Final Indonesia Vs Thailand 5 Oktober 2026, Tayang di TV Mana?

TAGGED:Android Developer VerifierGooglekeamanan Androidpasang APKReVancedShizukusideloading Androidverifikasi pengembang Android
Share This Article
Facebook Twitter Email Print
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler
TikTok Uji Coba Langganan Bebas Iklan
BeritaGadgetTekno

TikTok Uji Coba Langganan Bebas Iklan, Pengguna Bisa Nonton Tanpa Gangguan Mulai Rp94 Ribuan

Arazone Arazone Mei 15, 2026
Rex Orange County Tampil di LaLaLa Fest 2026 Jakarta, Ini Jadwal, Harga Tiket, dan Line Up Lengkap
Pentagon Tunjuk Elon Musk Pimpin Studi Perang Masa Depan hingga 2050
Tips Cara Cek Sisa Umur HP Android buat Pertimbangan Ganti Baru
Keberuntungan Shio Kerbau Tahun 2026 Ini: Karier, Rezeki, dan Asmara

BRKMAKASSAR.COM

BRK Makassar menyajikan berita terbaru Kota Makassar, Sulawesi Selatan, dan nasional. Informasi aktual, akurat, dan terpercaya setiap hari.
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • UU Pers
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
© brkmakassar.com. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?