Brkmakassar.com, Jakarta – Timnas Indonesia masih memiliki peluang untuk melaju ke final FIFA ASEAN Cup 2026 setelah bermain imbang 0-0 melawan Malaysia pada pertandingan kedua Grup A. Hasil tersebut membuat persaingan di grup semakin ketat karena Malaysia dan Indonesia sama-sama mengoleksi empat poin.
Pertandingan Indonesia melawan Malaysia berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Senin (28/9/2026) malam WIB. Laga berakhir tanpa gol meski kedua tim memiliki sejumlah peluang.
FIFA mencatat Indonesia harus bermain dengan 10 pemain setelah Thom Haye mendapat kartu merah pada babak pertama. Meski demikian, Garuda mampu mempertahankan skor 0-0 hingga pertandingan berakhir. Hasil tersebut membuat kedua tim berbagi satu poin.
Di pertandingan Grup A lainnya pada hari yang sama, Singapura mengalahkan Bangladesh dengan skor 1-0. Hasil itu membuat Singapura mengoleksi tiga poin dan tetap memiliki peluang untuk bersaing di papan atas. Bangladesh berada di dasar klasemen tanpa poin setelah menelan dua kekalahan.

Klasemen Grup A Setelah Indonesia Vs Malaysia
Setelah dua pertandingan, Malaysia berada di puncak Grup A dengan empat poin dan selisih gol +3. Indonesia juga mengoleksi empat poin, tetapi berada di posisi kedua karena selisih golnya +2.
Singapura menempati posisi ketiga dengan tiga poin dan selisih gol -1. Sementara Bangladesh berada di posisi keempat dengan nol poin serta selisih gol -4.
Berikut klasemen sementara Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 setelah matchday kedua:
- Malaysia: 2 pertandingan, 1 menang, 1 seri, 0 kalah, selisih gol +3, 4 poin.
- Indonesia: 2 pertandingan, 1 menang, 1 seri, 0 kalah, selisih gol +2, 4 poin.
- Singapura: 2 pertandingan, 1 menang, 0 seri, 1 kalah, selisih gol -1, 3 poin.
- Bangladesh: 2 pertandingan, 0 menang, 0 seri, 2 kalah, selisih gol -4, 0 poin.
Dengan kondisi tersebut, Indonesia belum bisa memastikan tempat di final. Juara grup akan mendapatkan tiket ke partai puncak, sedangkan posisi kedua akan memainkan pertandingan untuk memperebutkan tempat ketiga.
Indonesia Wajib Menang atas Bangladesh
Pertandingan terakhir Grup A akan menjadi penentu bagi Timnas Indonesia. Garuda dijadwalkan menghadapi Bangladesh pada Kamis (1/10/2026) pukul 19.30 WIB di SUGBK.
Pada waktu yang sama, Malaysia akan menghadapi Singapura di Stadion Si Jalak Harupat, Bandung. Kedua pertandingan dimainkan bersamaan sehingga hasil dari dua laga tersebut akan menentukan susunan akhir klasemen Grup A.
Indonesia tentu membutuhkan kemenangan atas Bangladesh. Hasil seri atau kekalahan akan membuat peluang untuk menjadi juara grup dan lolos ke final menjadi tertutup.
Bangladesh sendiri belum mengoleksi poin dari dua pertandingan. Mereka kalah 0-3 dari Malaysia pada laga pembuka dan kemudian kalah 0-1 dari Singapura pada pertandingan kedua. Kekalahan dari Singapura sekaligus membuat Bangladesh menjadi tim pertama di Grup A yang tidak lagi memiliki peluang mengangkat trofi, menurut laporan FIFA.
Meski demikian, status Bangladesh yang sudah tersingkir tidak berarti pertandingan terakhir dapat dianggap mudah. Indonesia tetap harus mendapatkan hasil maksimal karena posisi Garuda masih bergantung pada pertandingan Malaysia melawan Singapura.
Jika Malaysia Seri atau Kalah
Skenario paling sederhana bagi Indonesia adalah menang atas Bangladesh dan Malaysia gagal meraih kemenangan ketika menghadapi Singapura.
Jika Indonesia menang dan Malaysia bermain imbang, Indonesia akan mengoleksi tujuh poin, sedangkan Malaysia menjadi lima poin. Dalam situasi tersebut, Indonesia akan mengakhiri fase grup di posisi pertama dan lolos ke final.
Hal yang sama berlaku apabila Malaysia kalah dari Singapura. Indonesia yang menang atas Bangladesh akan mengumpulkan tujuh poin, sedangkan Malaysia tetap dengan empat poin. Dengan demikian, Garuda akan berada di atas Malaysia pada klasemen akhir.
Artinya, hasil pertandingan Malaysia melawan Singapura memiliki peran penting dalam menentukan nasib Indonesia. Garuda tidak hanya perlu fokus pada pertandingan sendiri, tetapi juga harus memperhatikan hasil laga yang berlangsung di Bandung.
Jika Malaysia Menang, Selisih Gol Jadi Penting
Skenario menjadi lebih rumit apabila Malaysia berhasil mengalahkan Singapura. Jika kedua tim sama-sama menang, Malaysia dan Indonesia akan sama-sama mengoleksi tujuh poin.
Dalam kondisi tersebut, selisih gol akan menjadi faktor penting karena pertandingan Indonesia melawan Malaysia berakhir 0-0. Setelah kedua tim bermain imbang tanpa gol, hasil head to head tidak memberikan pembeda sehingga perhitungan berlanjut pada selisih gol sebagaimana dijelaskan dalam sumber.
Sebelum pertandingan terakhir, Malaysia memiliki selisih gol +3, sedangkan Indonesia +2. Artinya, Indonesia harus mendapatkan kemenangan dengan margin yang cukup dan berharap hasil kemenangan Malaysia atas Singapura tidak memperlebar keunggulan selisih gol Malaysia.
Sebagai gambaran, apabila Indonesia menang 1-0 atas Bangladesh sementara Malaysia juga menang 1-0 atas Singapura, selisih gol kedua tim tetap berbeda satu angka. Malaysia akan tetap berada di posisi pertama.
Karena itu, apabila kedua tim sama-sama menang, kemenangan dengan jumlah gol yang lebih besar menjadi penting bagi Indonesia. Garuda harus berusaha memperbesar selisih gol sekaligus berharap Malaysia tidak menang dengan margin yang lebih besar.
Indonesia Tidak Cukup Sekadar Menang
Kondisi tersebut membuat pertandingan Indonesia melawan Bangladesh memiliki arti lebih dari sekadar perebutan tiga poin. Garuda memang wajib menang, tetapi hasil pertandingan Malaysia melawan Singapura juga menentukan posisi akhir.
Jika Malaysia gagal menang, Indonesia cukup memenangkan pertandingan untuk merebut posisi puncak. Namun, apabila Malaysia menang, Indonesia perlu memperhatikan margin kemenangan kedua tim karena selisih gol saat ini hanya terpaut satu angka.
Perhitungan sederhana menunjukkan bahwa jika Indonesia menang dan Malaysia juga menang, Indonesia harus memperoleh keuntungan selisih gol yang lebih besar pada laga terakhir untuk melewati Malaysia. Dengan selisih awal Malaysia +3 dan Indonesia +2, Garuda membutuhkan perubahan margin yang cukup untuk membalikkan posisi tersebut.
Karena itu, mencetak gol sebanyak mungkin dapat menjadi bagian penting dari upaya Indonesia mengamankan posisi pertama jika Malaysia juga meraih kemenangan.
Singapura Masih Bisa Memengaruhi Persaingan
Singapura juga memiliki peran penting dalam skenario terakhir Grup A. Setelah mengalahkan Bangladesh 1-0, Singapura kini mengoleksi tiga poin dan akan menghadapi Malaysia pada pertandingan terakhir.
FIFA menyebut pertandingan Malaysia melawan Singapura sebagai laga penutup yang dapat menentukan persaingan di Grup A. Sementara Indonesia menghadapi Bangladesh pada waktu yang sama.
Bagi Singapura, kemenangan atas Malaysia akan membuat mereka mengoleksi enam poin. Jika pada saat yang sama Indonesia menang atas Bangladesh, Garuda akan memiliki tujuh poin dan berhak berada di atas Singapura.
Dengan demikian, kemenangan Singapura atas Malaysia juga akan membuka jalan bagi Indonesia untuk finis di posisi pertama. Sebaliknya, apabila Malaysia menang, persaingan akan ditentukan oleh perolehan poin dan selisih gol Indonesia serta Malaysia.
Jadwal Laga Terakhir Grup A
Dua pertandingan terakhir Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 akan berlangsung bersamaan pada Kamis, 1 Oktober 2026 pukul 19.30 WIB.
- Indonesia vs Bangladesh — Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta.
- Malaysia vs Singapura — Stadion Si Jalak Harupat, Bandung.
Penjadwalan secara bersamaan membuat setiap tim tidak dapat menyesuaikan strategi berdasarkan hasil pertandingan lain yang sudah selesai. Situasi ini juga membuat pertandingan Indonesia dan Malaysia berlangsung dengan tingkat kepentingan yang sama karena kedua tim masih bersaing memperebutkan posisi teratas.
Skenario Indonesia Lolos ke Final
Berdasarkan klasemen setelah matchday kedua, terdapat beberapa skenario yang dapat membawa Indonesia ke final.
Pertama, Indonesia menang atas Bangladesh dan Malaysia bermain imbang melawan Singapura. Dalam situasi ini, Indonesia mengoleksi tujuh poin dan Malaysia lima poin sehingga Garuda menjadi juara Grup A.
Kedua, Indonesia menang atas Bangladesh dan Malaysia kalah dari Singapura. Indonesia juga mengoleksi tujuh poin, sedangkan Malaysia tetap dengan empat poin. Indonesia kembali berada di posisi pertama.
Ketiga, Indonesia dan Malaysia sama-sama menang. Dalam kondisi ini, Indonesia harus memperhatikan selisih gol. Karena sebelum pertandingan terakhir Malaysia unggul satu angka dalam selisih gol, kemenangan Indonesia harus cukup besar untuk membalikkan perbedaan tersebut jika Malaysia juga menang.
Dengan demikian, kemenangan Indonesia atas Bangladesh merupakan syarat utama, tetapi belum otomatis menjamin tiket ke final apabila Malaysia juga meraih kemenangan.
Indonesia Masih Punya Peluang ke Final
Hasil imbang 0-0 melawan Malaysia membuat Indonesia tetap berada di posisi kedua Grup A dengan empat poin. Garuda tertinggal dari Malaysia hanya dalam hal selisih gol.
Peluang untuk mencapai final masih terbuka karena Indonesia masih memiliki satu pertandingan terakhir. Namun, tim asuhan John Herdman harus meraih kemenangan ketika menghadapi Bangladesh pada 1 Oktober.
Di saat yang sama, hasil pertandingan Malaysia melawan Singapura akan menjadi penentu. Jika Malaysia seri atau kalah, kemenangan Indonesia sudah cukup untuk mengamankan posisi pertama. Jika Malaysia menang, perhitungan selisih gol akan menjadi bagian penting dalam menentukan siapa yang berada di puncak.
Karena itu, laga terakhir Grup A akan menjadi penentuan bagi Indonesia. Garuda harus fokus meraih tiga poin, sekaligus menjaga agar selisih gol tetap menguntungkan jika persaingan dengan Malaysia berlanjut hingga pertandingan terakhir.(*)
