BRKMAKASSAR.COMBRKMAKASSAR.COMBRKMAKASSAR.COM
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
    • Nasional
    • Internasional
    • Makassar
    • Sulsel
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Keuangan
  • Lifestyle
    • Hiburan
    • Kesehatan
    • Travel
  • Oto
  • Sport
    • Sepakbola
    • Balap
  • Tekno
    • Gadget
    • Gaming
    • Tips dan Trik
Reading: Cara Memilih Saham untuk Investasi Jangka Panjang bagi Pemula
Share
BRKMAKASSAR.COMBRKMAKASSAR.COM
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Ekonomi
  • Lifestyle
  • Oto
  • Sport
  • Tekno
Search
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • UU Pers
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
Follow US
Cara Memilih Saham untuk Investasi Jangka Panjang bagi Pemula
EkonomiBisnisKeuangan

Cara Memilih Saham untuk Investasi Jangka Panjang bagi Pemula

kang nulis
Last updated: Oktober 3, 2026 10:17 am
kang nulis Published Oktober 3, 2026
Share
SHARE

Brkmakassar.com – Investasi saham bisa menjadi salah satu cara untuk membangun kekayaan dalam jangka panjang. Namun, sebelum mulai membeli saham, ada satu hal penting yang perlu dipahami, yaitu bagaimana memilih perusahaan yang sesuai dengan tujuan investasi. Jangan sampai kamu membeli saham hanya karena harganya sedang naik atau banyak dibicarakan di media sosial.

Inti Artikel
Tentukan Tujuan Investasi Sejak AwalPilih Perusahaan dengan Bisnis yang Mudah DipahamiPeriksa Kinerja Keuangan PerusahaanPerhatikan Pertumbuhan PendapatanCek Laba Bersih dan Margin KeuntunganPeriksa Utang dan Kemampuan MembayarnyaJangan Abaikan Arus KasNilai Prospek Bisnis untuk Beberapa Tahun ke DepanPahami Valuasi Sebelum Membeli SahamPrice to Earnings Ratio (PER)Price to Book Value (PBV)Bandingkan Perusahaan dalam Industri yang SamaPerhatikan Dividen dan Kebijakan PerusahaanKenali Risiko dan Lakukan DiversifikasiJangan Mudah Terpengaruh Tren dan RumorGunakan Strategi Investasi yang KonsistenContoh Checklist Memilih Saham untuk Jangka PanjangKesalahan yang Perlu Dihindari Investor PemulaFAQ Seputar Memilih Saham untuk Investasi Jangka PanjangBagaimana cara memilih saham untuk pemula?Apakah saham yang bagus pasti menghasilkan keuntungan?Berapa lama investasi saham disebut jangka panjang?Apakah saham dengan PER rendah selalu bagus?Apakah investor jangka panjang perlu memantau saham setiap hari?Saham untuk Investasi Jangka Panjang

Memahami memilih saham untuk investasi jangka panjang memang membutuhkan waktu. Kamu perlu mengenali bisnis perusahaan, memeriksa laporan keuangan, memahami risiko, dan membandingkan harga saham dengan kondisi bisnisnya. Kabar baiknya, semua hal tersebut bisa dipelajari secara bertahap, bahkan jika kamu masih pemula.

Investasi jangka panjang umumnya berorientasi pada pertumbuhan nilai aset selama beberapa tahun. Karena itu, keputusan investasi sebaiknya tidak hanya didasarkan pada pergerakan harga harian, tetapi juga pada kemampuan perusahaan menjalankan bisnis, menghasilkan laba, mengelola utang, dan menghadapi perubahan ekonomi.

Supaya lebih mudah dipahami, artikel ini akan membahas cara memilih saham untuk investasi jangka panjang, mulai dari menentukan tujuan investasi hingga membuat daftar saham untuk dipelajari. Dengan pendekatan yang terencana, kamu bisa mengambil keputusan berdasarkan informasi dan tidak mudah terbawa suasana pasar. Cara Memilih Saham untuk Investasi Jangka Panjang bagi Pemula

Tentukan Tujuan Investasi Sejak Awal

Sebelum mencari saham, tentukan terlebih dahulu tujuan investasimu. Apakah kamu ingin mempersiapkan dana pensiun, membangun aset untuk masa depan, mengumpulkan dana pendidikan, atau mendapatkan penghasilan tambahan dari dividen? Tujuan yang jelas akan membantu menentukan jangka waktu, kebutuhan likuiditas, dan risiko yang sanggup kamu hadapi.

Misalnya, seseorang yang berinvestasi untuk tujuan 10 hingga 15 tahun ke depan mungkin memiliki pendekatan berbeda dari orang yang membutuhkan uangnya dalam dua tahun. Saham memiliki potensi pertumbuhan, tetapi harganya juga dapat turun cukup besar dalam waktu singkat.

Pastikan uang yang digunakan untuk investasi bukan dana kebutuhan sehari-hari atau dana darurat. Sebaiknya, selesaikan terlebih dahulu kebutuhan keuangan mendasar dan pahami kewajiban utang yang dimiliki. Dengan begitu, kamu tidak terpaksa menjual saham ketika harga sedang turun hanya karena membutuhkan uang tunai.

Pilih Perusahaan dengan Bisnis yang Mudah Dipahami

Salah satu langkah awal dalam memilih saham adalah memahami bisnis perusahaan yang akan kamu beli. Jangan hanya melihat kode saham atau nama perusahaan yang terdengar terkenal. Cari tahu produk atau jasa yang ditawarkan, siapa pelanggannya, bagaimana perusahaan memperoleh pendapatan, dan faktor apa saja yang memengaruhi keuntungan bisnis tersebut.

Contohnya, jika kamu mempelajari perusahaan makanan dan minuman, perhatikan sumber pendapatannya, biaya bahan baku, jaringan distribusi, serta persaingan dengan merek lain. Jika mempelajari perusahaan perbankan, kamu perlu memahami sumber pendapatan bunga, kualitas kredit, biaya operasional, dan risiko kredit bermasalah.

Kamu tidak harus langsung memahami semua sektor industri. Mulailah dari bisnis yang dekat dengan kehidupan sehari-hari atau bidang yang memang kamu minati. Setelah memahami cara perusahaan menghasilkan uang, kamu akan lebih mudah menilai apakah bisnis tersebut memiliki peluang untuk berkembang dalam jangka panjang.

Periksa Kinerja Keuangan Perusahaan

Bisnis yang terlihat populer belum tentu memiliki kondisi keuangan yang sehat. Karena itu, penting untuk mempelajari laporan keuangan sebelum mengambil keputusan. Kamu bisa mencari laporan keuangan dan laporan tahunan melalui situs resmi Bursa Efek Indonesia atau situs resmi perusahaan tercatat.

Untuk pemula, tidak perlu langsung membaca setiap halaman laporan. Mulailah dari beberapa bagian utama berikut agar proses analisis terasa lebih sederhana.

Baca Juga  Tarif Listrik Mei 2026 Resmi Tidak Naik, Ini Rincian Harga dan Cara Hitung Token PLN

Perhatikan Pertumbuhan Pendapatan

Pendapatan menunjukkan nilai penjualan barang atau jasa yang dihasilkan perusahaan. Perhatikan apakah pendapatan cenderung meningkat, stabil, atau justru terus menurun selama beberapa tahun.

Pertumbuhan pendapatan dapat menjadi tanda bahwa bisnis berkembang, tetapi angka ini tidak boleh dinilai sendirian. Perusahaan bisa mengalami kenaikan penjualan sambil menghadapi peningkatan biaya yang lebih besar. Karena itu, kamu perlu melihat apakah pertumbuhan tersebut benar-benar menghasilkan keuntungan yang lebih baik.

Cek Laba Bersih dan Margin Keuntungan

Laba bersih menunjukkan keuntungan yang tersisa setelah pendapatan dikurangi berbagai beban dan biaya yang diakui dalam laporan keuangan. Untuk investasi jangka panjang, perhatikan konsistensi laba dan penyebab perubahan yang terjadi.

Selain laba bersih, margin laba bersih juga bisa membantu analisis. Rasio ini menggambarkan seberapa besar laba bersih yang diperoleh dari setiap rupiah pendapatan. Margin yang stabil atau meningkat bisa menjadi informasi positif, tetapi tetap perlu dibandingkan dengan karakteristik industri dan kondisi bisnisnya.

Periksa Utang dan Kemampuan Membayarnya

Utang tidak selalu menjadi pertanda buruk. Perusahaan dapat menggunakan utang untuk memperluas usaha, membangun fasilitas, atau membiayai kebutuhan operasional. Yang perlu diperhatikan adalah apakah tingkat utang tersebut sebanding dengan kemampuan perusahaan menghasilkan arus kas.

Bandingkan utang, aset, ekuitas, biaya bunga, dan arus kas perusahaan. Rasio utang yang dianggap wajar juga berbeda antarindustri. Perusahaan keuangan, misalnya, memiliki struktur bisnis dan laporan yang berbeda dari perusahaan manufaktur sehingga tidak tepat jika semuanya dinilai menggunakan patokan yang sama.

Jangan Abaikan Arus Kas

Laba dan arus kas bukanlah hal yang sama. Perusahaan bisa mencatat laba, tetapi penerimaan uang tunainya belum tentu masuk pada periode yang sama. Karena itu, laporan arus kas penting untuk memahami apakah kegiatan bisnis benar-benar menghasilkan kas.

Perhatikan arus kas dari aktivitas operasi dan bandingkan dengan laba bersih selama beberapa periode. Jika terdapat perbedaan besar, cari tahu penyebabnya melalui catatan laporan keuangan. Perbedaan tersebut tidak otomatis berarti ada masalah, tetapi perlu dipahami sebelum mengambil keputusan.

Nilai Prospek Bisnis untuk Beberapa Tahun ke Depan

Investasi jangka panjang bukan hanya tentang melihat kondisi perusahaan hari ini. Kamu juga perlu memikirkan apakah bisnis tersebut berpeluang tetap relevan dalam beberapa tahun mendatang.

Perhatikan kebutuhan pasar, perubahan perilaku konsumen, perkembangan teknologi, persaingan, regulasi, dan kemampuan perusahaan menyesuaikan diri. Perusahaan yang memiliki produk laris saat ini belum tentu dapat mempertahankan kinerjanya jika konsumen mulai beralih ke produk lain.

Pelajari juga keunggulan kompetitif perusahaan. Keunggulan ini dapat berupa merek yang kuat, jaringan distribusi luas, biaya produksi yang efisien, teknologi tertentu, atau hubungan pelanggan yang sulit ditiru pesaing. Namun, keunggulan tersebut tetap perlu dibuktikan melalui kinerja bisnis dan kemampuan perusahaan mempertahankannya.

Hindari menganggap bahwa perusahaan besar pasti akan terus tumbuh. Ukuran perusahaan, popularitas merek, dan rekam jejak masa lalu tidak menjamin kinerja masa depan. Gunakan informasi tersebut sebagai bahan analisis, bukan sebagai kepastian hasil investasi.

Pahami Valuasi Sebelum Membeli Saham

Perusahaan yang bagus belum tentu menarik untuk dibeli pada harga berapa pun. Harga saham yang sudah mencerminkan ekspektasi pertumbuhan sangat tinggi dapat memberikan risiko tersendiri jika kinerja perusahaan ternyata tidak sesuai harapan.

Karena itu, proses memilih saham perlu mencakup penilaian valuasi, yaitu upaya memahami hubungan antara harga saham dan kondisi keuangan atau prospek perusahaan. Dua rasio yang cukup sering digunakan oleh investor adalah Price to Earnings Ratio (PER) dan Price to Book Value (PBV).

Price to Earnings Ratio (PER)

PER membandingkan harga saham dengan laba per saham atau Earnings per Share (EPS). Secara sederhana, rasio ini membantu menunjukkan berapa kali harga saham dibandingkan laba per saham yang dihasilkan perusahaan.

PER yang tinggi dapat mencerminkan harapan pertumbuhan yang tinggi, sedangkan PER rendah dapat menunjukkan valuasi yang lebih rendah atau adanya risiko yang sedang diperhitungkan pasar. Karena itu, PER tidak boleh digunakan sendirian untuk menentukan apakah saham murah atau mahal.

Price to Book Value (PBV)

PBV membandingkan harga saham dengan nilai buku per saham. Rasio ini sering digunakan untuk membantu menilai hubungan antara harga pasar dan ekuitas perusahaan, terutama pada sektor tertentu seperti perbankan.

Baca Juga  Cara Cetak Kartu BPJS Online Lewat HP dan PC Terbaru 2026

Namun, nilai buku tidak selalu mencerminkan nilai ekonomi seluruh aset atau potensi keuntungan masa depan. Karena itu, PBV sebaiknya dibandingkan dengan perusahaan sejenis dan dilengkapi analisis kualitas aset, profitabilitas, serta risiko bisnis.

PER dan PBV adalah alat bantu, bukan rumus ajaib. Gunakan beberapa indikator sekaligus dan pahami alasan di balik angka yang terlihat murah atau mahal.

Bandingkan Perusahaan dalam Industri yang Sama

Ketika melakukan analisis, hindari membandingkan perusahaan dari industri yang sangat berbeda hanya berdasarkan satu rasio. Perusahaan teknologi, perbankan, pertambangan, dan barang konsumsi memiliki model bisnis, kebutuhan modal, serta risiko yang tidak sama.

Cobalah membandingkan beberapa perusahaan dalam sektor yang sama. Periksa pertumbuhan pendapatan, konsistensi laba, arus kas, tingkat utang, margin keuntungan, dan valuasinya. Dengan cara ini, kamu bisa melihat perbedaan karakteristik bisnis tanpa langsung berasumsi bahwa satu perusahaan pasti lebih unggul.

Perbandingan juga perlu mempertimbangkan ukuran perusahaan, kondisi ekonomi, serta kejadian khusus yang memengaruhi laporan keuangan. Jika salah satu perusahaan baru saja menjual aset besar atau memperoleh keuntungan tidak berulang, angka labanya mungkin tidak mewakili kemampuan bisnis normal.

Perhatikan Dividen dan Kebijakan Perusahaan

Dividen adalah bagian keuntungan perusahaan yang dibagikan kepada pemegang saham berdasarkan keputusan dan ketentuan yang berlaku. Bagi sebagian investor jangka panjang, dividen dapat menjadi salah satu sumber hasil investasi selain perubahan harga saham.

Jika kamu tertarik pada saham pembagi dividen, periksa riwayat pembagian, kemampuan menghasilkan kas, kebutuhan ekspansi, serta kebijakan perusahaan. Dividen yang besar pada satu tahun belum tentu dapat dipertahankan pada tahun berikutnya.

Jangan hanya mengejar dividend yield yang tinggi. Angka tersebut dapat terlihat tinggi karena harga saham turun tajam, sementara kondisi bisnis sedang memburuk. Evaluasi sumber dividen dan kemampuan perusahaan membagikannya secara berkelanjutan.

Kenali Risiko dan Lakukan Diversifikasi

Semua investasi saham memiliki risiko. Harga dapat turun akibat penurunan kinerja perusahaan, perubahan suku bunga, kondisi ekonomi, gejolak industri, atau sentimen pasar. Bahkan perusahaan yang memiliki laporan keuangan sehat tetap dapat mengalami penurunan harga saham.

Salah satu pendekatan untuk mengelola risiko adalah diversifikasi, yaitu menyebarkan investasi ke beberapa aset atau perusahaan sehingga portofolio tidak bergantung pada satu sumber hasil saja. Diversifikasi tidak menghilangkan risiko sepenuhnya, tetapi dapat membantu mengurangi konsentrasi risiko.

Memiliki lima saham dari perusahaan berbeda belum tentu berarti portofoliomu sudah terdiversifikasi dengan baik jika seluruh perusahaan bergerak di sektor yang sama dan menghadapi risiko serupa. Pertimbangkan juga korelasi antarjenis investasi, kebutuhan likuiditas, serta toleransi risiko pribadi.

Selain diversifikasi saham, kamu dapat mempelajari kelas aset lain yang sesuai dengan tujuan keuangan dan profil risiko. Tidak semua uang harus ditempatkan di saham, terutama jika sebagian dana akan dibutuhkan dalam waktu dekat.

Jangan Mudah Terpengaruh Tren dan Rumor

Media sosial sering menjadi tempat beredarnya rekomendasi saham, prediksi harga, dan cerita keuntungan investor. Informasi tersebut bisa menjadi bahan untuk mencari tahu lebih lanjut, tetapi jangan langsung menjadikannya alasan membeli saham.

Berhati-hatilah terhadap ajakan yang menjanjikan keuntungan pasti, mendesak kamu segera membeli, atau mengklaim memiliki informasi rahasia. Harga saham dapat bergerak sangat cepat, dan tidak ada pihak yang dapat menjamin keuntungan investasi saham.

Biasakan memeriksa informasi melalui laporan resmi perusahaan, keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia, serta sumber yang kredibel. Jika sebuah rekomendasi tidak disertai alasan bisnis yang masuk akal, jangan merasa harus mengikutinya.

Gunakan Strategi Investasi yang Konsisten

Setelah memahami perusahaan dan risikonya, buat strategi yang bisa kamu jalankan secara konsisten. Salah satu pendekatan yang dapat dipelajari adalah investasi berkala, yaitu menempatkan sejumlah dana secara rutin sesuai rencana.

Investasi berkala dapat membantu membangun disiplin dan mengurangi ketergantungan pada keputusan menebak waktu terbaik untuk membeli. Namun, metode ini tidak menjamin keuntungan dan tidak membuat saham yang fundamentalnya memburuk menjadi layak dipertahankan tanpa evaluasi.

Tetapkan jadwal untuk meninjau portofolio, misalnya setiap kuartal atau ketika perusahaan menerbitkan laporan penting. Evaluasi apakah alasan awal membeli saham masih berlaku, apakah kondisi keuangan berubah, dan apakah bobot saham tertentu menjadi terlalu besar dalam portofolio.

Baca Juga  Ide Bisnis Mahasiswa dengan Modal Kecil untuk Menambah Penghasilan

Hindari memeriksa harga setiap beberapa menit jika hal itu membuatmu mudah panik. Untuk investasi jangka panjang, perubahan fundamental dan kesesuaian dengan tujuan keuangan lebih relevan daripada bereaksi terhadap setiap pergerakan harga harian.

Contoh Checklist Memilih Saham untuk Jangka Panjang

Agar proses analisis lebih teratur, gunakan checklist berikut saat mempelajari sebuah perusahaan. Checklist ini bukan jaminan bahwa saham akan menghasilkan keuntungan, melainkan alat bantu untuk memastikan aspek penting tidak terlewat.

Aspek Pertanyaan yang Perlu Dijawab Status
Model bisnis Apakah saya memahami cara perusahaan menghasilkan uang? Sudah / Belum
Pendapatan dan laba Bagaimana tren pendapatan dan laba selama beberapa tahun? Sudah / Belum
Utang dan arus kas Apakah perusahaan mampu mengelola kewajibannya? Sudah / Belum
Prospek bisnis Apa peluang pertumbuhan dan ancaman utamanya? Sudah / Belum
Valuasi Apakah harga saham masuk akal dibandingkan kinerja dan prospeknya? Sudah / Belum
Risiko Apa yang dapat membuat investasi ini mengalami kerugian? Sudah / Belum
Portofolio Apakah investasi ini sesuai dengan alokasi dan tujuan keuangan saya? Sudah / Belum

Jika masih banyak pertanyaan yang belum terjawab, tidak perlu terburu-buru membeli saham tersebut. Kamu bisa menambah informasi, membandingkan perusahaan lain, atau kembali mempelajari dasar analisis fundamental.

Kesalahan yang Perlu Dihindari Investor Pemula

Dalam proses belajar investasi, ada beberapa kesalahan yang sebaiknya dihindari agar keputusan lebih terencana.

  • Membeli karena ikut-ikutan. Popularitas saham tidak otomatis mencerminkan kualitas bisnis atau kewajaran harganya.
  • Menggunakan seluruh tabungan. Sisihkan dana darurat dan kebutuhan rutin sebelum berinvestasi.
  • Hanya melihat harga murah. Harga per lembar yang rendah tidak berarti valuasi perusahaan juga murah.
  • Mengabaikan laporan keuangan. Pergerakan harga tidak selalu menggambarkan kondisi bisnis secara menyeluruh.
  • Tidak memahami risiko. Siapkan diri terhadap kemungkinan penurunan harga dan kerugian modal.
  • Terlalu sering mengganti strategi. Perubahan keputusan karena panik dapat membuat rencana jangka panjang tidak berjalan konsisten.
  • Menganggap hasil masa lalu sebagai jaminan. Kinerja perusahaan dan harga saham dapat berubah di masa depan.

FAQ Seputar Memilih Saham untuk Investasi Jangka Panjang

Bagaimana cara memilih saham untuk pemula?

Mulailah dengan mempelajari bisnis perusahaan, membaca laporan keuangan, memahami utang dan arus kas, menilai prospek bisnis, serta membandingkan valuasi. Pelajari perusahaan secara bertahap dan jangan membeli hanya karena mengikuti rekomendasi orang lain.

Apakah saham yang bagus pasti menghasilkan keuntungan?

Tidak. Perusahaan dengan fundamental yang baik tetap menghadapi risiko bisnis dan pasar. Harga saham bisa turun, sementara prospek perusahaan juga dapat berubah. Karena itu, analisis dan pengelolaan risiko tetap diperlukan.

Berapa lama investasi saham disebut jangka panjang?

Istilah jangka panjang dapat berbeda menurut tujuan dan pendekatan investor. Banyak orang menggunakan horizon beberapa tahun atau lebih, tetapi yang terpenting adalah menyesuaikan periode investasi dengan tujuan keuangan, toleransi risiko, dan kebutuhan likuiditas.

Apakah saham dengan PER rendah selalu bagus?

Tidak selalu. PER rendah bisa menunjukkan valuasi yang relatif rendah, tetapi juga dapat mencerminkan risiko, pertumbuhan yang lemah, atau laba yang sedang berada di tingkat tinggi sementara. Bandingkan dengan perusahaan sejenis dan pelajari alasan di balik rasio tersebut.

Apakah investor jangka panjang perlu memantau saham setiap hari?

Tidak harus. Kamu bisa menentukan jadwal evaluasi yang sesuai, seperti saat laporan keuangan diterbitkan atau ketika ada informasi material. Tetap pantau perkembangan penting, tetapi hindari mengambil keputusan hanya karena perubahan harga harian.

Saham untuk Investasi Jangka Panjang

Cara memilih saham untuk investasi jangka panjang dimulai dari memahami tujuan keuangan, mengenali bisnis perusahaan, memeriksa laporan keuangan, menilai prospek, dan membandingkan valuasi. Kamu juga perlu memahami risiko, mempertimbangkan diversifikasi, serta menyusun strategi yang konsisten.

Proses memilih saham tidak harus dilakukan dengan terburu-buru. Lebih baik mempelajari beberapa perusahaan secara mendalam daripada membeli banyak saham yang bisnisnya belum kamu pahami. Gunakan data resmi, periksa asumsi secara berkala, dan jangan menganggap keuntungan investasi sebagai sesuatu yang pasti.

Ingat, investasi jangka panjang membutuhkan kesabaran, disiplin, dan kesiapan menghadapi risiko. Artikel ini bersifat edukasi, bukan rekomendasi untuk membeli atau menjual saham tertentu. Sebelum mengambil keputusan, sesuaikan investasi dengan kondisi keuangan, tujuan, dan kemampuanmu menanggung kerugian. (*)

You Might Also Like

Bantuan dan Insentif Pemerintah 2026-2027: BSU, Pangan, KPR hingga Pajak

Cek Harga BBM Pertamina Oktober 2026, Pertalite Tetap Rp 10.000

Ide Bisnis Mahasiswa dengan Modal Kecil untuk Menambah Penghasilan

Jawaban Interview: Mengapa Anda Ingin Bekerja di Perusahaan Kami?

CPNS Guru 2027 Dibuka, Ada 139 Ribu Formasi dan PPG Bukan Syarat Wajib

TAGGED:analisis fundamentalBursa Efek Indonesiadiversifikasi portofolioedukasi investasiinvestasi jangka panjanginvestasi sahamlaporan keuanganmanajemen risikomemilih sahamsaham untuk pemulavaluasi saham
Share This Article
Facebook Twitter Email Print
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler
Gaji ke-13 ASN 2026 Cair Juni
EkonomiBeritaKeuangan

Gaji ke-13 ASN 2026 Cair Juni, Ini Jadwal, Besaran, dan Rincian Penerimanya

Arazone Arazone April 16, 2026
Biaya Kuliah UPN Jogja 2026 Terbaru: Rincian UKT dan IPI Lengkap Semua Fakultas
Bocoran Harga iPhone 18 Pro dan Pro Max 2026, Apple Dikabarkan Tahan Harga di Tengah Kenaikan Global
Panduan Cara Mengganti Tanggal Lahir di TikTok dengan Mudah
10 Tips Foto Selfie Agar Terlihat Glowing Tanpa Banyak Filter

BRKMAKASSAR.COM

BRK Makassar menyajikan berita terbaru Kota Makassar, Sulawesi Selatan, dan nasional. Informasi aktual, akurat, dan terpercaya setiap hari.
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • UU Pers
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
© brkmakassar.com. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?